JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, kita pasti pernah bertemu dengan seseorang yang terasa begitu menyebalkan saat diajak bergaul.
Mereka mungkin tidak menyadari bahwa kehadiran mereka bisa menciptakan ketegangan, membuat suasana jadi tidak nyaman, atau bahkan secara perlahan membuat orang lain menjauh.
Yang mengejutkan, banyak dari perilaku ini sebenarnya dilakukan tanpa disadari.
Menurut psikologi, ada sejumlah pola perilaku tertentu yang jika dilakukan secara konsisten dapat membuat seseorang dianggap menyebalkan atau tidak menyenangkan dalam pergaulan.
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan perilaku umum yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang terasa sangat menyebalkan saat diajak bergaul, menurut pandangan psikologi:
1. Selalu Membicarakan Diri Sendiri Tanpa Memberi Ruang untuk Orang Lain
Psikologi menyebut perilaku ini sebagai self-centered communication.
Orang seperti ini kerap mendominasi percakapan, membicarakan pencapaian, masalah, atau opini pribadinya tanpa menunjukkan ketertarikan pada cerita orang lain.
Hal ini membuat interaksi terasa tidak seimbang dan membosankan.
Dalam jangka panjang, lawan bicara akan merasa tidak dihargai atau hanya dijadikan pendengar pasif.
2. Suka Mengoreksi atau Meremehkan Pendapat Orang Lain
Mereka mungkin merasa sedang memberikan masukan atau "meluruskan fakta", tetapi sering kali cara penyampaiannya terkesan merendahkan.
Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan need for dominance—kebutuhan untuk merasa lebih unggul.
Sayangnya, perilaku ini membuat orang lain merasa diremehkan, tidak dihargai, atau dianggap bodoh.
3. Sulit Mendengarkan secara Aktif
Orang yang menyebalkan dalam pergaulan sering kali tidak benar-benar mendengarkan.
Mereka hanya menunggu giliran untuk bicara atau cepat-cepat menyela.
Dalam psikologi komunikasi, ini disebut pseudo-listening, yakni berpura-pura mendengarkan.
Hal ini menciptakan jarak emosional dan mengganggu keterhubungan antarpersonal.
4. Suka Menjatuhkan Humor yang Tidak Peka
Beberapa orang mencoba akrab lewat humor, tetapi tidak menyadari bahwa lelucon mereka ofensif, menyindir, atau menyerempet hal-hal sensitif.
Ini bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, bahkan terhina.
Psikologi menyebut jenis humor ini sebagai aggressive humor, yang dapat merusak hubungan sosial alih-alih mempererat.
5. Selalu Negatif dan Mengeluh Tanpa Henti
Menurut psikologi kognitif, pola pikir yang selalu fokus pada hal buruk dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dunia—dan mempengaruhi lingkungan sosialnya.
Orang yang selalu mengeluh, mengkritik, atau pesimis cenderung menyedot energi positif dari sekitarnya.
Hal ini membuat interaksi dengan mereka terasa melelahkan secara emosional.
6. Terlalu Sering Mencari Validasi dan Perhatian
Perilaku ini biasanya muncul dalam bentuk membesar-besarkan cerita, sengaja mencari pujian, atau mengeluh agar dikasihani.
Dalam psikologi, ini terkait dengan external locus of validation—di mana seseorang sangat tergantung pada pengakuan dari luar untuk merasa berharga.
Meski bisa dimengerti, jika berlebihan, hal ini membuat orang lain merasa dimanfaatkan secara emosional.
7. Tidak Bisa Menjaga Batas Pribadi
Orang yang menyebalkan kerap mencampuri urusan pribadi, bertanya hal-hal sensitif, atau mendesak seseorang untuk terbuka padahal belum waktunya.
Dalam psikologi relasi interpersonal, ini disebut boundary violations.
Pelanggaran batas ini membuat orang lain merasa tidak nyaman, bahkan terancam secara psikologis.
8. Suka Menciptakan Drama atau Memperbesar Masalah Kecil
Orang seperti ini sering kali terjebak dalam pola high-conflict personality, di mana mereka cenderung memperbesar konflik, mudah tersinggung, dan suka memutarbalikkan cerita agar menjadi pusat perhatian.
Perilaku ini melelahkan dan membuat orang lain enggan terlibat lebih jauh dalam interaksi.
Mengapa Banyak Orang Tidak Menyadari Perilaku Ini?
Banyak dari perilaku di atas dilakukan secara tidak sadar karena berasal dari mekanisme psikologis yang sudah terbentuk sejak lama—baik karena pola asuh, pengalaman masa lalu, atau kebiasaan sosial yang tak pernah dikoreksi.
Bahkan, beberapa orang mungkin menganggap perilaku mereka “wajar” atau “jujur apa adanya” tanpa menyadari dampaknya bagi orang lain.
Bagaimana Menghindari Menjadi Pribadi yang Menyebalkan?
Psikologi menyarankan beberapa langkah reflektif agar kita tidak terjebak menjadi pribadi yang sulit diajak bergaul:
Latih empati: Dengarkan dengan tulus, bukan hanya untuk membalas.
Berikan ruang untuk orang lain bicara: Interaksi adalah jalan dua arah.
Jaga nada dan cara bicara: Kritik bisa disampaikan dengan hormat.
Tanyakan sebelum menyentuh topik sensitif: Hormati privasi orang lain.
Evaluasi diri: Sesekali, tanyakan pada orang terdekat bagaimana kesan mereka terhadap kita dalam pergaulan.
Penutup
Menjadi pribadi yang menyenangkan dalam pergaulan bukan soal menjadi sempurna, melainkan soal kesadaran sosial dan kepekaan terhadap perasaan orang lain.
Delapan perilaku di atas bukan berarti membuat seseorang “buruk” secara keseluruhan, tetapi penting untuk diwaspadai dan dikoreksi demi menjaga hubungan sosial yang sehat.
Dengan memahami dan menghindari perilaku-perilaku tersebut, kita bisa menjadi pribadi yang lebih diterima, dihargai, dan disenangi dalam setiap lingkungan sosial tempat kita berada.