← Beranda
8 Perilaku Ini Bikin Orang Langsung Membenci Kamu Menurut Psikologi, Meskipun Sepele
Mohammad Maulana IqbalSenin, 29 Juni 2026 | 23.15 WIB
Perilaku membuat orang lain langsung membenci menurut Psikologi./Freepik.

JawaPos.com – Beberapa kebiasaan yang terlihat sederhana ternyata dapat memengaruhi cara orang lain menilai diri seseorang. Dalam psikologi, perilaku tertentu yang sering dianggap sepele justru bisa meninggalkan kesan kurang baik dan membuat orang merasa tidak nyaman saat berinteraksi.

Tanpa disadari, tindakan-tindakan tersebut dapat mengurangi simpati dari orang di sekitar, bahkan berpotensi merusak hubungan sosial apabila terus dilakukan. Karena itu, penting untuk mengenali dan mengevaluasi kebiasaan yang mungkin memberikan dampak negatif terhadap cara orang lain memandang kita.

Mengutip geediting.com pada Senin (29/6), terdapat delapan perilaku yang tampak biasa saja, tetapi menurut psikologi dapat membuat orang lain cepat kehilangan rasa simpati hingga menimbulkan kesan tidak menyenangkan.

Baca Juga: Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung Biasanya Punya 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

1. Kebiasaan memotong pembicaraan

Saat kamu terus menerus memotong pembicaraan orang lain, itu menunjukkan bahwa kamu tidak menghargai pendapat mereka. Perilaku ini seringkali membuat orang merasa tidak dihormati dan akan menimbulkan rasa tidak suka yang mendalam.

Dialog seharusnya menjadi pertukaran pikiran dua arah, bukan hanya satu pihak yang terus berbicara tanpa memberi kesempatan pada yang lain. Jika kamu selalu menjadi pihak yang berbicara dan jarang mendengarkan, tanpa sadar kamu sedang membangun tembok penghalang dalam hubungan sosial.

2. Mengabaikan keberadaan orang lain

Ketika kamu tidak mengakui keberadaan orang lain, baik dengan tidak menyapa atau mengabaikan pendapat mereka dalam diskusi, kamu sedang mengirimkan pesan bahwa mereka tidak penting. Bentuk pengabaian seperti ini, meski terlihat sepele, dapat membangun rasa tidak suka yang cukup dalam.

Pengakuan terhadap keberadaan orang lain merupakan bentuk dasar dari rasa hormat yang seharusnya kita tunjukkan dalam interaksi sehari-hari. Sikap mengabaikan ini bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak membalas sapaan hingga tidak menanggapi kontribusi seseorang dalam sebuah diskusi

3. Terlalu banyak janji tanpa realisasi

Membuat janji berlebihan namun minim dalam pelaksanaan adalah salah satu perilaku yang paling cepat memicu rasa tidak suka. Tindakan ini tidak hanya menciptakan kekecewaan, tapi juga merusak kepercayaan yang telah dibangun.

Setiap janji yang kamu ucapkan sebenarnya adalah sebuah komitmen yang membawa harapan bagi orang lain. Ketika kamu gagal memenuhi janji tersebut secara berulang, kamu sedang membangun reputasi sebagai orang yang tidak bisa diandalkan.

4. Sikap negatif yang berlebihan

Otak manusia secara biologis memang lebih sensitif terhadap hal-hal negatif sebagai mekanisme bertahan hidup. Namun, jika kamu terus-menerus menunjukkan sikap pesimis dan suka mengeluh, orang-orang di sekitarmu akan mulai merasa terbebani.

Energi negatif yang kamu pancarkan bisa menular dan mempengaruhi suasana hati orang lain. Sikap ini juga membuat orang enggan berada di dekatmu karena merasa terhisap dalam pusaran negativitas.

5. Kurangnya rasa empati

Kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain adalah kunci dalam membangun hubungan yang dalam. Ketidakmampuan menunjukkan empati dapat menciptakan jarak emosional yang sulit dijembatani.

Saat seseorang berbagi pengalaman atau masalah denganmu, mereka mengharapkan pemahaman dan dukungan, bukan sikap acuh tak acuh. Menunjukkan empati bisa dimulai dari hal sederhana seperti mendengarkan dengan seksama dan memberikan respon yang tepat.

6. Perilaku tidak jujur

Kebohongan, sekecil apapun, dapat merusak kepercayaan seperti kertas yang sudah diremas - tidak akan bisa kembali sempurna. Setiap kebohongan kecil yang kamu lakukan akan terakumulasi menjadi masalah kepercayaan yang lebih besar.

Menjadi korban ketidakjujuran bisa menimbulkan luka yang dalam dan kekecewaan berkepanjangan. Kejujuran adalah fondasi dari hubungan yang sehat dan menunjukkan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.

7. Kebiasaan terlambat

Selalu datang terlambat mengirimkan pesan bahwa waktu orang lain tidak berharga bagimu. Perilaku ini mencerminkan sikap tidak menghargai dan kurangnya pertimbangan terhadap kenyamanan orang lain.

Ketidaktepatan waktu dapat menciptakan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam hubungan profesional maupun personal. Kebiasaan terlambat juga dapat merusak reputasimu dan membuat orang lain berpikir dua kali sebelum membuat janji denganmu.

8. Menghindari tanggung jawab

Ketidakmampuan untuk mengakui kesalahan dan mengambil tanggung jawab atas tindakanmu dapat memicu rasa tidak suka yang cepat pada orang lain. Sikap ini seperti bermain sepak bola di mana satu pemain tidak pernah mengakui kesalahannya saat gagal mencetak gol atau melakukan operan yang buruk.

Menghindari tanggung jawab menunjukkan ketidakdewasaan dan kurangnya integritas dalam dirimu. Mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas tindakan justru menunjukkan kematangan dan kekuatan karakter.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho