JawaPos.com – Psikologi bahasa tubuh mengungkap bahwa perilaku nonverbal seseorang bisa menjadi tanda seseorang sedang kesulitan jauh sebelum mereka mampu mengungkapkannya dengan kata-kata.
Tanda stres berat sering kali tersembunyi di balik gestur dan ekspresi tubuh yang muncul secara tidak sadar ketika seseorang berada dalam tekanan psikologis yang sangat tinggi.
Perilaku nonverbal yang menjadi tanda seseorang sedang kesulitan ini melampaui sekadar wajah murung atau postur tubuh yang lesu dan memiliki makna psikologi yang jauh lebih dalam.
Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (19/6), berikut lima perilaku nonverbal yang secara psikologi bahasa tubuh menandakan seseorang tengah mengalami stres berat namun berusaha keras untuk menyembunyikannya.
Baca Juga: 11 Perilaku yang Menunjukkan Seseorang Akan Kaya dan Sukses serta Mindsetnya Menurut Psikologi
1. Tubuh tiba-tiba membeku tanpa bisa bergerak
Respons beku adalah reaksi pertahanan paling purba yang diwariskan secara evolusioner ketika manusia menghadapi ancaman yang terasa sangat mengancam keselamatan mereka.
Ketika seseorang menerima berita yang menghancurkan atau menyadari dirinya dalam situasi yang sangat mengancam, tubuh sering kali membeku seperti tidak bisa bergerak sama sekali.
Tanda seseorang sedang kesulitan ini terlihat dari tubuh yang kaku, tangan mencengkeram benda di sekitar, dan ekspresi kosong yang menandakan guncangan psikologis yang dalam.
2. Tubuh bergoyang maju mundur secara berulang
Perilaku nonverbal berupa gerakan mengayun maju mundur seperti metronom adalah respons menenangkan diri yang muncul secara otomatis saat seseorang mengalami stres berat ekstrem.
Gerakan ini biasanya muncul mendadak setelah seseorang menerima kabar buruk atau menyaksikan peristiwa traumatis yang membuat pikiran mereka seolah terputus dari lingkungan sekitar.
Menurut peneliti David Givens, gerakan mengayun ini merangsang sistem vestibular yang secara primitif namun efektif memberikan efek menenangkan pada sistem saraf yang terguncang.
3. Tubuh meringkuk seperti posisi janin
Psikologi bahasa tubuh menjelaskan bahwa meringkuk seperti posisi janin adalah respons perlindungan naluriah ketika seseorang menerima berita atau tekanan yang terasa sangat menghancurkan.
Perilaku ini biasanya disertai dengan gerakan berpaling dari orang-orang di sekitar sebagai bentuk penarikan diri dari dunia luar yang terasa terlalu menyakitkan untuk dihadapi.
Penelitian menunjukkan bahwa rasa sakit akibat berita buruk teregistrasi di area otak yang sama dengan rasa sakit fisik, yang menjelaskan mengapa respons tubuh ini sangat nyata.
4. Jari-jari terkunci kaku membentuk seperti tenda
Perilaku nonverbal berupa jari-jari yang saling mengunci dengan kaku adalah tanda seseorang sedang kesulitan mengungkapkan sesuatu yang berat atau menyimpan informasi yang menyusahkan.
Gerakan ini dilakukan secara tidak sadar dan berbeda dari gerakan tangan biasa karena melibatkan ketegangan otot yang mencerminkan kesadaran penuh akan situasi yang sedang dihadapi.
Kuncian jari yang kaku ini sering muncul ketika seseorang harus menyampaikan kabar buruk, mengakui kesalahan, atau menghadapi percakapan yang secara emosional sangat berat.
5. Bibir tertarik ke dalam hingga hampir tidak terlihat
Bibir yang tertarik kuat ke dalam hingga hampir menghilang adalah perilaku nonverbal yang mencerminkan stres berat dan tekanan emosional yang sedang dialami seseorang saat itu.
Secara evolusioner, respons ini berasal dari reaksi terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan dan berkembang menjadi cara tubuh merespons berita atau situasi yang terasa sangat negatif.
Psikologi bahasa tubuh menegaskan bahwa tanda ini mengomunikasikan kepada orang sekitar bahwa seseorang sedang dalam kondisi tertekan atau sangat menyesal atas sesuatu yang terjadi.