← Beranda
Kerap Menghindari 7 Perilaku Ini? Anda Telah Menguasai Tingkat Harga Diri yang Jarang Dicapai oleh Orang Lain Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 13 Juni 2026 | 04.15 WIB
seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi./Magnific/freepik

JawaPos.com - Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh perbandingan, harga diri sering disalahartikan sebagai kepercayaan diri yang tinggi, kemampuan berbicara dengan lantang, atau pencapaian yang mengesankan.

Padahal, menurut psikologi, harga diri yang sehat tidak selalu terlihat mencolok. Justru, orang dengan harga diri yang kuat cenderung memiliki ketenangan batin dan tidak merasa perlu membuktikan diri kepada siapa pun.

Harga diri yang matang bukan berarti merasa lebih unggul dari orang lain, melainkan memiliki penghargaan yang sehat terhadap diri sendiri. Orang-orang seperti ini mampu menerima kelebihan dan kekurangan mereka, menjaga batasan yang sehat, serta tidak menggantungkan nilai dirinya pada pengakuan eksternal.

Menariknya, tingkat harga diri yang tinggi sering kali lebih mudah dikenali dari perilaku yang tidak mereka lakukan.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (11/6), jika Anda berhasil menghindari tujuh kebiasaan berikut, kemungkinan besar Anda telah mengembangkan harga diri yang lebih kuat daripada kebanyakan orang.

1. Tidak Terus-Menerus Mencari Validasi dari Orang Lain

Setiap orang senang dihargai dan diapresiasi. Namun, ada perbedaan besar antara menikmati pujian dan menjadikan pujian sebagai sumber utama nilai diri.

Orang dengan harga diri yang rendah cenderung bergantung pada persetujuan orang lain. Mereka merasa gelisah ketika tidak mendapat pengakuan dan sering mengubah diri demi menyenangkan semua orang.

Sebaliknya, individu dengan harga diri yang sehat memahami bahwa tidak semua orang akan menyukai mereka. Mereka tetap menghargai masukan, tetapi tidak membiarkan pendapat orang lain menentukan siapa mereka sebenarnya.

Mereka tidak merasa harus selalu mendapatkan tepuk tangan untuk merasa berharga.

2. Tidak Membandingkan Diri Secara Berlebihan dengan Orang Lain

Media sosial membuat perbandingan menjadi sangat mudah. Kesuksesan, penampilan, gaya hidup, bahkan hubungan orang lain dapat memicu perasaan tidak cukup baik.

Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan membandingkan diri secara terus-menerus dapat menurunkan kesejahteraan emosional dan memperkuat rasa tidak aman.

Orang yang memiliki harga diri tinggi menyadari bahwa setiap individu memiliki perjalanan yang berbeda. Mereka lebih fokus pada pertumbuhan pribadi dibandingkan berlomba dengan pencapaian orang lain.

Alih-alih bertanya, “Mengapa saya belum seperti mereka?”, mereka lebih sering bertanya, “Apakah saya berkembang dibandingkan diri saya yang dulu?”

Perubahan pola pikir ini membuat mereka lebih tenang dan tidak mudah iri.

3. Tidak Takut Mengatakan “Tidak”

Banyak orang merasa bersalah ketika menolak permintaan orang lain. Mereka khawatir dianggap egois, tidak ramah, atau mengecewakan orang di sekitarnya.

Namun, psikologi memandang kemampuan menetapkan batasan sebagai tanda penting dari harga diri yang sehat.

Orang yang menghargai dirinya sendiri memahami bahwa waktu, energi, dan kesehatan mental mereka juga penting. Mereka tidak mengatakan “ya” untuk segala hal hanya demi mendapatkan penerimaan.

Mengatakan “tidak” bukanlah tindakan egois. Sebaliknya, itu adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan kemampuan untuk menjaga keseimbangan hidup.

4. Tidak Menjadikan Kegagalan sebagai Identitas Diri

Semua orang pernah gagal. Namun, orang dengan harga diri rendah sering kali menganggap kegagalan sebagai bukti bahwa mereka tidak cukup pintar, tidak berbakat, atau tidak layak berhasil.

Psikologi modern membedakan antara mengalami kegagalan dan menjadi seorang yang gagal.

Orang dengan harga diri yang kuat memahami bahwa kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar. Mereka tidak mendefinisikan seluruh identitasnya berdasarkan satu kesalahan atau satu masa sulit.

Ketika mengalami kegagalan, mereka lebih fokus mencari pelajaran daripada terus menghukum diri sendiri.

Sikap seperti ini memungkinkan mereka bangkit lebih cepat dan terus berkembang.

5. Tidak Terjebak dalam Kebutuhan untuk Selalu Benar

Sebagian orang merasa harga dirinya terancam ketika pendapat mereka dikritik. Akibatnya, mereka terus berdebat, sulit mengakui kesalahan, dan menganggap perbedaan pendapat sebagai serangan pribadi.

Padahal, orang dengan harga diri yang sehat tidak merasa identitas mereka hancur hanya karena ternyata mereka salah.

Mereka mampu mengatakan:

“Saya salah.”
“Saya belum mengetahui hal itu.”
“Pendapat Anda masuk akal.”

Kemampuan menerima kesalahan justru menunjukkan kematangan emosional yang tinggi.

Mereka tidak mengukur nilai dirinya dari seberapa sering mereka menang dalam perdebatan, melainkan dari seberapa besar mereka mampu bertumbuh.

6. Tidak Mengorbankan Diri Demi Menyenangkan Semua Orang

Keinginan untuk disukai adalah hal yang manusiawi. Namun, ketika kebutuhan tersebut membuat seseorang mengabaikan kebutuhan pribadinya, kelelahan emosional sering kali menjadi akibatnya.

Orang dengan harga diri tinggi memahami bahwa menjadi orang baik tidak berarti harus selalu tersedia bagi semua orang.

Mereka tidak merasa wajib memenuhi setiap ekspektasi.

Mereka menerima kenyataan bahwa beberapa orang mungkin kecewa atau tidak setuju dengan keputusan mereka. Dan itu bukanlah akhir dari segalanya.

Mereka tahu bahwa menjaga diri sendiri bukanlah tindakan egois, melainkan kebutuhan yang sehat.

7. Tidak Mengkritik Diri Sendiri Secara Berlebihan

Musuh terbesar seseorang sering kali bukan orang lain, melainkan suara negatif di dalam pikirannya sendiri.

Kalimat seperti:

“Saya tidak cukup baik.”
“Saya selalu gagal.”
“Saya tidak pantas berhasil.”

Dapat secara perlahan merusak harga diri.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang memiliki harga diri tinggi bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi mereka memperlakukan diri sendiri dengan belas kasih dan pengertian.

Mereka berbicara kepada diri sendiri seperti berbicara kepada sahabat yang mereka sayangi—jujur, tetapi tidak kejam.

Mereka memahami bahwa menjadi manusia berarti memiliki keterbatasan, dan kesempurnaan bukanlah syarat untuk menjadi berharga.

Harga Diri yang Tinggi Tidak Selalu Terlihat dari Luar

Banyak orang mengira harga diri yang tinggi identik dengan keberanian tampil, kesuksesan besar, atau kepribadian yang dominan. Padahal, tanda-tandanya sering kali lebih sederhana.

Harga diri yang matang terlihat ketika seseorang:

Tidak haus akan pengakuan.
Tidak hidup dalam bayang-bayang pencapaian orang lain.
Berani menetapkan batasan.
Tidak membiarkan kegagalan menentukan identitasnya.
Tidak merasa harus selalu benar.
Tidak mengorbankan dirinya demi menyenangkan semua orang.
Tidak menjadi musuh bagi dirinya sendiri.

Pada akhirnya, orang yang memiliki harga diri yang sehat tidak hidup untuk membuktikan bahwa mereka lebih baik dari orang lain. Mereka hidup dengan keyakinan bahwa nilai diri mereka tidak bergantung pada pujian, pencapaian, ataupun persetujuan dari siapa pun.

Dan mungkin, itulah bentuk kepercayaan diri yang paling langka—ketenangan untuk tetap menghargai diri sendiri, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang sedang memperhatikannya.

EDITOR: Hanny Suwindari