← Beranda
8 Ciri Langka Ini Dimiliki oleh Orang yang Jalannya Cepat Menurut Psikologi
Rabbany WanadrianiRabu, 20 Mei 2026 | 21.15 WIB
seseorang yang terbiasa berjalan cepat./ Freepik/freepik

JawaPos.com -Kecepatan berjalan seseorang ternyata dapat menjadi salah satu gambaran tentang kepribadiannya. Para peneliti menemukan bahwa pola berjalan yang alami mampu menunjukkan berbagai aspek psikologis seseorang secara lebih mendalam.

Orang yang terbiasa berjalan cepat tidak selalu identik dengan sifat tidak sabar atau mudah cemas. Dalam sudut pandang psikologi, kebiasaan tersebut justru dapat mencerminkan sejumlah karakteristik tertentu yang cukup unik.

Dikutip dari Geediting, terdapat delapan ciri khas yang sering dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan berjalan dengan cepat.

1. Mereka termotivasi dari dalam diri sendiri

Orang yang berjalan cepat bergerak dengan kecepatan mereka sendiri tanpa mempedulikan lingkungan sekitar.

Mereka tidak berjalan cepat untuk mengikuti atau menyesuaikan diri namun karena sesuatu di dalam diri disetel pada frekuensi tersebut.

Dorongan internal ini melampaui sekadar berjalan kaki.

2. Mereka memiliki tingkat kecemasan yang tinggi

Langkah cepat itu sering kali menyembunyikan kecemasan yang terpendam, yang telah diubah menjadi energi produktif.

Mereka tidak selalu orang yang cemas dalam pengertian klinis, tetapi juga punya kewaspadaan dasar yang membuat mereka sedikit aktif.

Berjalan cepat menjadi cara untuk melepaskan energi itu, menjaga tekanan internal pada tingkat yang terkendali.

3. Mereka memproses informasi melalui gerakan

Bagi pejalan cepat, berpikir dan bergerak adalah aktivitas yang saling terkait.

Proses kognitif mereka entah bagaimana terkait dengan gerakan fisik, perlambat tubuh dan pikiran mereka pun terasa lesu.

4. Mereka secara tidak sadar bersifat kompetitif dalam segala hal

Para pejalan cepat mengubah segalanya menjadi perlombaan yang tidak mereka akui.

Sifat ini membuat mereka menjadi pribadi yang sangat baik dalam meningkatkan diri, tetapi juga melelahkan bagi diri sendiri.

Mereka bersaing dengan versi diri mereka di masa lalu, mencoba untuk menjadi lebih baik dalam segala hal.

5. Mereka memiliki toleransi rendah terhadap inefisiensi

Melihat antrean yang bergerak lambat membuat pejalan cepat merasa tidak nyaman secara fisik.

Bukan hanya tidak sabar, tetapi benar-benar tidak nyaman.

Hal ini juga berlaku pada cara mereka berkomunikasi, cara berbelanja, dan mengambil keputusan.

6. Mereka sensitif terhadap lingkungan sekitar

Secara paradoks, pejalan kaki cepat sering kali lebih menyadari lingkungan sekitar mereka daripada pejalan kaki lambat.

Langkah cepat mereka mungkin sebenarnya sebagian bertujuan untuk bergerak melalui lingkungan sebelum mereka menyerap terlalu banyak kebisingan emosional di sekitarnya.

7. Mereka kesulitan dalam hal transisi

Para pejalan cepat mengalami kesulitan dengan keadaan di antara keduanya. Mereka hanya bisa bergerak atau berhenti, bekerja atau tidak bekerja, terjaga atau tertidur.

Cara berjalan cepat mereka menghilangkan transisi antara berada di sini dan berada di sana.

8. Mereka takut ketinggalan sesuatu

Kecepatan mereka sebagian merupakan upaya untuk berada di mana-mana, melakukan segalanya, dan tidak melewatkan apa pun.

Mereka berjalan cepat bahkan tanpa tujuan karena berdiri diam terasa seperti kehidupan berlalu begitu saja.

 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho