JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sudah berusaha bersikap ramah, tapi orang baru justru memberikan reaksi aneh yang terasa dingin atau canggung?
Kadang-kadang, niat baik tidak tersampaikan dengan benar karena ada kebiasaan bawah sadar yang diterima berbeda oleh orang lain.
Kesan pertama memang tidak semata-mata menentukan segalanya, tapi memahami bagaimana perilaku akan memengaruhi pandangan orang lain sehingga sangat membantu dalam bersosialisasi.
Dilansir dari Your Tango, berikut ini beberapa perilaku yang sering dilakukan orang baik namun justru dianggap aneh pada saat pertemuan pertama.
1. Cenderung Over-sharing
Sering kali karena ingin cepat akrab, justru malah menceritakan masalah pribadi atau rahasia hidup kepada orang yang baru dikenal.
Padahal, bagi orang lain, ini bisa terasa sangat intens dan membuat mereka merasa tidak nyaman karena belum ada fondasi kepercayaan yang kuat.
Perilaku ini biasanya muncul karena sikap jujur dan terbuka, tapi di mata orang yang baru saja kenal, bisa terlihat seperti kurangnya batasan diri.
2. Terlalu Berusaha Menyenangkan Semua Orang
Berniat ingin sopan, tapi setuju pada semua pendapat orang tanpa memiliki opini pribadi bisa membuat seseorang terlihat tidak punya prinsip.
Orang lain cenderung lebih menghargai kejujuran daripada persetujuan yang dipaksakan.
3. Kurang atau Justru Terlalu Intens Melakukan Kontak Mata
Kontak mata adalah bagian dari komunikasi, tapi tetap diperlukan keseimbangan.
Jika seseorang terlalu menghindari kontak mata, maka terlihat tidak percaya diri atau tidak tertarik.
Sebaliknya, jika menatap terlalu lama tanpa berkedip, bisa terlihat mengintimidasi atau dianggap aneh.
Banyak orang baik yang merasa malu sehingga memilih menunduk atau mengalihkan pandangan, tanpa menyadari hal itu menutup pintu komunikasi.
4. Memotong Pembicaraan karena Antusias Berlebihan
Terkadang memotong kalimat orang lain bukan karena tidak sopan, tapi karena sangat bersemangat dengan topik yang sedang dibicarakan.
Sayangnya, perilaku ini tetap saja menunjukkan sikap tidak menghargai apa yang sedang mereka katakan.
Memberi ruang bagi orang lain untuk menyelesaikan pembicaraannya menjadi sikap yang menunjukkan menghargai dalam kesan pertama.
Memperbaiki perilaku ini bukan berarti mengubah jati diri seseorang, melainkan memastikan bahwa kebaikan hatinya bisa diterima orang lain.