← Beranda
Tidak Bisa Membedakan Mana yang Jujur dan Bohong? 9 Tanda Ini Bisa Dijadikan Acuan Menurut Psikologi
Setyo Adi Nugroho• Rabu, 25 Maret 2026 | 19.46 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang berbohong/freepik

JawaPos.com - Kita semua pernah bertemu orang yang sulit mengatakan kebenaran. Namun, ada beberapa perbedaan seseorang yang berbohong sesekali dengan pembohong ulung.

Pembohong ulung tidak mudah untuk dikenali. Mereka memahami cara memasukkan kebohongan dalam cara berbicara mereka. 

Maka tak heran akan sulit membedakan fakta dan kebohongan yang disampaikan. 

Namun, bukan berarti Anda tak bisa menemukan celahnya. Untuk itu, dilansir dari Geediting, mari mengetahui sembilan tanda Anda berhadapan dengan pembohong ulung. 

Baca Juga: 7 Perilaku Ini Sering Dilakukan oleh Orang yang Memilih Makanan Menurut Psikologi, Apa Saja?

  1. Terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan

Pembohong ulung sering ahli dalam menciptakan citra sempurna. Mereka selalu memiliki jawaban sempurna, alasan sempurna, atau alibi yang sempurna. 

Mereka membuat Anda percaya bahwa mereka begitu sempurna sehingga tidak mungkin berbohong.

Namun, tidak ada yang sempurna. Kita semua membuat kesalahan, memiliki kekurangan, dan momen lemah. 

Jika seseorang terus-menerus menampilkan diri sebagai sempurna dan tidak pernah salah, saatnya untuk curiga. 

Bahkan berlian paling cemerlang pun memiliki ketidaksempurnaan. Jika Anda tidak melihatnya pada seseorang, Anda mungkin berhadapan dengan pembohong ulung.

  1. Bahasa tubuh tak sesuai dengan kata-kata

Bahasa tubuh seringkali menjadi petunjuk penting dalam mendeteksi kebohongan. 

Seorang pembohong ulung mungkin mengatakan hal-hal yang meyakinkan, tetapi bahasa tubuh mereka akan mengkhianati ketidakjujuran mereka. 

Misalnya, mereka mungkin menghindari kontak mata, menunjukkan postur tubuh yang tegang, atau melakukan gerakan gelisah ketika berbicara. 

Ketidaksesuaian antara kata-kata dan bahasa tubuh ini menunjukkan bahwa mereka menyembunyikan sesuatu

  1. Cerita tidak konsisten

Orang yang mengatakan kebenaran biasanya memiliki cerita yang konsisten, karena otak kita secara alami mengingat peristiwa secara berurutan. 

Namun, pembohong ulung cenderung mengubah cerita mereka saat beradaptasi dengan pertanyaan atau tantangan. 

Mereka mungkin menambahkan detail baru, mengubah urutan kejadian, atau bahkan mengubah seluruh cerita agar sesuai dengan tujuan mereka. 

Perubahan cerita yang sering dan signifikan adalah tanda pembohong ulung.

  1. Tidak nyaman dengan keheningan

Keheningan dapat menjadi alat yang efektif untuk mendeteksi kebohongan. 

Kebanyakan orang merasa nyaman dengan keheningan singkat dalam percakapan, tetapi pembohong ulung sering merasa tidak nyaman dengan momen-momen ini. 

Mereka cenderung mengisi keheningan dengan obrolan yang tidak perlu atau mengubah topik pembicaraan secara tiba-tiba. 

Ketidaknyamanan dengan keheningan menunjukkan bahwa mereka mungkin menyembunyikan sesuatu.

  1. Cenderung mempersulit segala sesuatu

Orang yang jujur biasanya menyampaikan cerita mereka dengan sederhana dan langsung. 

Namun, pembohong ulung sering merangkai cerita yang rumit dengan detail yang tidak perlu atau informasi yang tidak relevan. 

Mereka melakukan ini untuk membingungkan pendengar dan mengalihkan perhatian dari ketidakjujuran mereka.

Jika cerita seseorang tampak terlalu rumit dan berbelit-belit, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak jujur.

  1. Menghindari menjawab pertanyaan langsung

Pembohong ulung sering menghindari menjawab pertanyaan langsung dengan memberikan jawaban yang tidak jelas atau berbelit-belit. 

Mereka mungkin mengalihkan percakapan, menjawab dengan pertanyaan lain, atau menganggap pertanyaan tersebut sebagai lelucon. 

Tindakan ini menunjukkan bahwa mereka lebih suka menyembunyikan kebenaran daripada menghadapinya.

  1. Sering bersikap defensif

Ketika dihadapkan dengan pertanyaan atau tantangan, pembohong ulung cenderung bersikap defensif. 

Mereka mungkin menyerang balik, menyalahkan orang lain, atau menunjukkan kemarahan yang berlebihan. 

Sikap defensif ini adalah upaya untuk melindungi kebohongan mereka dan mengalihkan perhatian dari ketidakjujuran mereka.

  1. Ahli melakukan gaslight

Gaslighting adalah teknik manipulasi di mana pembohong ulung membuat korban meragukan persepsi mereka sendiri tentang realitas. 

Mereka memutarbalikkan fakta, menyangkal kejadian yang sebenarnya, dan mengabaikan kekhawatiran korban. 

Tujuannya adalah untuk membuat korban merasa bingung, disorientasi, dan meragukan kewarasan mereka sendiri.

  1. Tidak menyesal setelah berbohong

Pembohong ulung jarang menunjukkan penyesalan yang tulus atas kebohongan mereka. 

Mereka mungkin meminta maaf ketika tertangkap, tetapi permintaan maaf mereka biasanya tidak tulus dan lebih merupakan upaya untuk menghindari konsekuensi. 

Kurangnya penyesalan yang tulus menunjukkan bahwa mereka tidak menghargai kejujuran dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho