← Beranda
6 Perilaku Ini Bisa Menyebabkan Pengeluaranmu Makin Boros, Apa Saja?
Setyo Adi NugrohoMinggu, 22 Maret 2026 | 20.37 WIB
Ilustrasi kebiasaan boros yang membuat kelas menangah sulit kaya (Freepik)

JawaPos.com - Gaya hidup hemat adalah sebuah pilihan untuk memastikan pengeluaran hanya dilakukan pada hal yang benar-benar penting saja.

Namun, banyak orang tidak mengetahui perbedaan apa yang benar-benar dibutuhkan dan yang diinginkan. 

Akhirnya mereka menghemat pengeluaran untuk hal penting dan menyebabkan masalah di masa mendatang, di mana pengeluaran membengkak.

Baca Juga: 7 Perilaku Ini Sering Ada pada Orang-orang yang Mewarnai Rambut, Apa Saja?

Padahal, menurut Wealth Simple, hidup hemat memiliki makna yang lebih luas. 

Di mana ada kesadaran tentang pengeluaran yang fokus pada tujuan jangka panjang dan perubahan dalam keuangan yang mampu membantu mencapai tujuan tersebut. 

Artinya, gaya hidup ini bukan sekadar mengencangkan perut saja untuk menghindari membeli dan mengonsumsi sesuatu. 

Namun, mengalihkan fokus tujuan keuangan untuk hal yang lebih panjang di masa mendatang dengan mengatur pengeluaran. 

Masalahnya tidak semua orang memahami esensi dari gaya hidup hemat itu sendiri, sehingga mereka terjebak untuk menghemat uang dan menimbulkan masalah di masa mendatang.

Sebenarnya perilaku apa saja yang mampu menjebak orang salah menerapkan gaya hidup hemat?

Melansir laman Geediting, mari simak enam perilaku yang membuat seseorang salah menerapkan gaya hidup hemat!

  1. Belanja grosir tanpa perencanaan

Anggapan bahwa membeli kebutuhan dalam jumlah besar terasa lebih hemat memang seringkali menyesatkan. 

Terlebih jika ada diskon yang membuat pembelian besar menjadi lebih murah. 

Namun, ketika Anda tidak mempertimbangkan risiko dan kalap membeli produk dalam jumlah besar, barang akan tidak terpakai bahkan kedaluwarsa sebelum habis. 

Jadi, sebelum membeli produk dalam jumlah besar, pastikan apakah Anda benar-benar mengonsumsinya dalam jangka waktu yang tepat? 

Jujurlah dengan kebiasaan konsumsi dan kapasitas penyimpanan yang ada di rumah. 

  1. Selalu memilih produk generik tanpa pertimbangan

Produk umum memang menawarkan penghematan signifikan tanpa mengorbankan kualitas. 

Namun, ini tidak selalu berlaku, terutama pada kategori obat-obatan yang memiliki standar ketat. 

Begitupun, dalam hal makanan dan produk rumah tangga, kualitas antara merek terkenal dan umum sangat bervariasi. 

Terkadang perbedaan harga pun mencerminkan perbedaan kualitas. Untuk itu, pastikan untuk membandingkan kualitas yang diperlukan, apakah memang spadan dengan harga dan kebutuhan Anda?

  1. Pastikan harga murah tapi tak memperhatikan kualitas

Memang ada harga dan ada kualitas. Selalu memilih opsi harga termurah terkadang justru bisa menarik pengeluaran yang lebih parah.

Baik itu pakaian, peralatan rumah tangga, atau bahkan layanan servis mobil. 

Contohnya saja, membeli sepatu murah yang hemat, tetapi kualitasnya sangat buruk dan tak memiliki ketahanan yang baik. 

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan harga dan kualitas yang menunjang. 

Terkadang membeli barang mahal di awal pun terasa murah, karena sangat awet dan terpakai sepanjang waktu. 

Ketimbang membeli barang murah yang mudah rusak dan membuat kita terus membeli hal tersebut dan menyebabkan pengeluaran membengkak.

  1. Mengorbankan kesempatan demi berhemat

Beberapa orang berpikir berhemat berarti harus hidup susah dan menahan diri dari segala. 

Meski terlihat bijaksana untuk menghindari pengeluaran, tapi ketika melewatkan sebuah pengalman berharga demi rupiah bisa membuat Anda merasa kehilangan gairah hidup. 

Bisa jadi itu melewatkan waktu untuk berkumpul dengan teman lama, pergi liburan dengan keluarga bahkan menikmati jajanan favorit sewaktu-waktu.

Meski ini akan benar-benar menghemat uang, dalam jangka panjang Anda mungkin merasakan penyesalan karena tak mendapatkan kesempatan untuk menciptakan kenangan baru.

  1. Memperbaiki semuanya sendiri

Pernah dengan DIY atau do it yourself? Ya, ini adalah upaya mandiri untuk menyelesaikan sebuah masalah di rumah.

Mencoba memperbaiki masalah listrik tanpa keahlian yang cukup, bisa menjadi masalah yang lebih parah dan membuat bengkak pengeluaran.

Memang tak semua hal bisa dilakukan sendiri, dan memerlukan jasa ahli untuk meperbaikinya. 

Untuk itu, tetaplah realistis dengan kebutuhan yang ada dan pertimbangkan pengeluaran dengan baik.

  1. Mempertahankan perlatan rumah yang lawas

Kita semua tentu ingin memanfaatkan peralatan rumah tangga semaksimal mungkin, tetapi mempertahankannya terlalu lama malah bisa menyebabkan pembengkakan finansial.

Peralatan rumah seperti mesin cuci, setrika, hingga penanak nasi yang sudah tua cenderung kurang hemat energi dan bisa membuat tagihan listrik bertambah. 

Belum lagi masalah yang terus terjadi karena mesin tua yang membutuhkan layanan servis.

Maka dari itu, kuncinya adalah mengetahui kapan harus melepaskan dan mulai mengalokasikan uang pada peralatan rumah yang lebih hemat energi dan bergaransi.

Pada akhirnya, ini semua berkaitan dengan keseimbangan. Untuk menerapkan gaya hidup hemat, tak semua harus terasa susah. 

Memang ada hal yang perlu Anda sesuaikan agar pengeluaran efektif dan tidak boros untuk hal yang tak penting. 

Sebab, Anda yang paling mengetahui tentang kondisi keuangan sendiri. Maka nilailah kemampuan finansial Anda dengan baik, dan pastikan keputusan yang Anda ambil tak merugikan di masa depan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho