JawaPos.com - Hidup memang mengalami pasang surut. Namun, ada perbedaan mendasar antara masalah rumah tangga biasa dan ketidakbahagiaan yang dipendam.
Bagi seorang pria, mengungkapkan perasaan tidak puas itu bisa jadi sulit, sehingga mereka sering memendam sikap tak bahagianya dalam sehari-hari.
Psikologi mengungkap ada beberapa gelagat yang menjadi indikasi seorang pria merasa menderita dalam hubungan pernikahannya.
Mengenali gelagat ini penting untuk menjaga kelangsungan hubungan pernikahan.
Baca Juga: Nyaman dengan Diri Sendiri? 7 Perilaku Ini Beri Tanda Tersendiri Menurut Psikologi
Dilansir dari Geediting, mari mengetahui tujuh gelagat yang ditunjukkan oleh pria yang tidak bahagia dalam pernikahannya.
-
Menarik diri secara emosional
Salah satu tanda awal pria menderita dalam pernikahan adalah menarik diri secara emosional.
Bukan pertengkaran hebat yang terjadi, tetapi keheningan yang menyiksa.
Pria yang tidak bahagia dalam pernikahannya akan menghindari percakapan mendalam, tampak jauh meski hadir secara fisik.
-
Menghabiskan waktu terlalu lama di luar rumah
Pria yang menderita dalam hubungan pernikahannya seringkali menghabiskan waktu berlebihan di luar rumah.
Bukan sekadar butuh waktu sendiri, tetapi ini adalah bentuk melarikan diri dari kenyataan.
Jika ini menjadi pola, perlu ada percakapan jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi.
-
Kurangnya keintiman
Penurunan keintiman baik fisik dan emosional, bisa menjadi tanda seorang pria tidak bahagia dalam pernikahannya.
Jika keintiman mulai memudar, pasangan akan merasa terisolasi dan tidak dicintai.
-
Meningkatnya pikiran negatif
Pria yang menderita dalam pernikahannya seringkali berpikir negatif. Ia sering mengkritik, sarkas atau bahkan merndahkan.
Setiap percakapan bisa menjadi pupuk pertengkaran. Ini bisa jadi bentuk cara seorang pria mengungkapkan perasaan tidak bahagia dalam hubungan pernikahan.
-
Tidak punya rencana masa depan
Jika pasangan tidak lagi membuat rencana masa depan bersama. Pria yang tidak bahagia mungkin menghindari rencana masa depan karena merasa terikat pada situasi yang tidak nyaman.
-
Kompensasi berlebihan
Kompensasi berlebihan juga bisa jadi tanda penderitaan. Seorang pria akan berusaha membuktikan segalanya baik-baik saja dengan sikap berlebihan atau pujian berlebih.
-
Menghindari teman dan keluarga
Pria yang menderita mungkin menghindari interaksi sosial, terutama dengan teman dan keluarga dekat.
Mereka sulit untuk terlihat bahagia ketika berada di dekat teman dan keluarga. Hal ini dilakukan untuk menutupi penderitaan yang dialami dalam hubungan pernikahannya.
Memahami gelagat ini adalah langkah awal untuk memperbaiki hubungan. Mengakui masalah memang langkah yang sulit, tetapi ini adalah langkah pertama untuk menemukan solusi.
Setiap hubungan pasti memiliki pasang dan surut, tetapi dengan pemahaman dan empati, tentu ada jalan untuk memperbaikinya.