JawaPos.com – Studi mengungkap bahwa habitus tertentu memiliki peran penting dalam mempertajam ingatan pada usia 60 tahun ke atas.
Habitus yang tepat diyakini dapat menjaga fungsi kognitif dan membantu mempertahankan ketajaman ingatan seiring bertambahnya usia.
Orang usia 60 tahun ke atas bisa memanfaatkan habitus ini untuk meningkatkan daya ingat dan kualitas hidup sehari-hari.
Penelitian menunjukkan hubungan antara habitus tertentu dan kemampuan mempertahankan ingatan bagi individu berusia 60 tahun ke atas.
Dilansir dari geediting.com pada Senin (17/11), bahwa ada sepuluh habitus yang dapat mempertajam ingatan di usia 60 tahun ke atas menurut studi.
Baca Juga: Ini 6 Weton Pilihan yang Rezekinya Bisa Datang Mendadak dan Bikin Hidup Melesat
- Gerakkan tubuh meski hanya sedikit
Kamu tidak perlu berlari maraton atau mengikuti olahraga berat untuk menjaga kesehatan otak.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan cepat, berkebun, atau berenang sudah cukup memberikan manfaat luar biasa bagi otak.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik meningkatkan aliran darah ke otak dan mendorong pertumbuhan neuron baru di dalamnya.
Bahkan berjalan kaki selama 30 menit saja dapat meningkatkan daya ingat dan rentang perhatian secara signifikan.
- Tantang pikiran dengan sesuatu yang baru
Belajar hal baru murni untuk kesenangan ternyata memberikan dampak positif bagi kekuatan otak manusia.
Riset secara konsisten menemukan bahwa kebaruan atau mencoba hal baru membuat otak tetap fleksibel dan kuat.
Ini bisa berarti belajar memainkan alat musik, mencoba resep masakan baru, atau mempelajari bahasa asing yang belum dikuasai.
Kuncinya adalah melangkah keluar dari zona nyaman mental dan memberikan tantangan baru pada otak setiap hari.
Baca Juga: 1.700 Siswa Dilibatkan, Kapolda Metro Irjen Asep Luncurkan Polisi Siswa Cegah Perundungan di Sekolah
- Dapatkan tidur berkualitas yang cukup
Banyak orang meremehkan kekuatan tidur padahal ini sangat penting untuk kesehatan otak dan daya ingat.
Selama tidur nyenyak, otak mengonsolidasikan memori atau pada dasarnya menyimpan apa yang telah dipelajari hari itu.
Kurangnya tidur terutama tidur REM yang dalam akan mengganggu proses ini dan menyebabkan pelupa serta kabut otak.
Cobalah menetapkan waktu tidur yang konsisten, jauhkan layar dari kamar tidur, dan bersantai dengan buku daripada televisi.
- Makan seolah otak bergantung padanya
Nutrisi memainkan peran besar dalam kesehatan kognitif dan fungsi otak yang optimal sepanjang hidup.
Diet kaya sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat terutama omega-3 dikaitkan dengan penuaan otak lebih lambat.
Yang disebut diet Mediterania misalnya penuh dengan makanan penambah otak seperti minyak zaitun, salmon, kenari, dan beri.
Antioksidan dan lemak sehat terbukti melindungi sel-sel otak dari kerusakan dan meningkatkan energi serta ketajaman mental.
- Tetap terhubung secara sosial
Mudah menjadi terisolasi di tahun-tahun akhir kehidupan terutama setelah pensiun atau kehilangan teman lama dan pasangan.
Namun keterlibatan sosial bukan hanya menyenangkan tetapi juga diperlukan untuk otak yang sehat dan berfungsi baik.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempertahankan ikatan sosial kuat memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.
Percakapan merangsang memori dan perhatian sementara tawa melepaskan hormon penghilang stres yang bermanfaat bagi kesehatan mental.
- Kelola stres sebelum stres mengelola kamu
Stres kronis seperti karat bagi otak yang dapat merusak fungsi kognitif secara perlahan namun pasti.
Paparan berkepanjangan terhadap hormon stres terutama kortisol dapat merusak neuron di hipokampus yaitu wilayah yang membantu membentuk memori baru.
Meditasi, pernapasan dalam, dan latihan kesadaran penuh terbukti menurunkan tingkat stres dan meningkatkan fokus dengan efektif.
Bahkan sesuatu yang sederhana seperti duduk diam selama lima menit sambil bernapas perlahan dapat membuat perbedaan besar.
- Jaga rasa ingin tahu tetap hidup
Rasa ingin tahu tidak pensiun di usia 60 tahun dan justru menjadi salah satu alat paling diremehkan.
Ketika penasaran otak melepaskan dopamin yaitu bahan kimia yang sama yang terkait dengan motivasi dan pembelajaran.
Ajukan pertanyaan, jelajahi topik baru, dan ikuti minat ke mana pun mereka membawa tanpa batasan usia.
Ketika tetap penasaran baik tentang peristiwa dunia, teknologi, atau hobi keluarga, otak tetap terlibat aktif setiap hari.
- Batasi multitasking dan fokus pada satu hal
Dunia memuliakan multitasking tetapi kenyataannya otak tidak dibangun untuk itu terutama seiring bertambahnya usia.
Ketika menyulap banyak tugas sekaligus kita tidak menyimpan memori secara efisien dan malah kehilangan fokus.
Fokus pada satu tugas dan benar-benar membenamkan diri di dalamnya akan memperkuat konsentrasi dan retensi informasi.
Jadi lain kali sedang melakukan percakapan, memasak, atau bahkan menggulir ponsel berikan perhatian penuh pada satu hal itu.
- Lindungi pendengaran dan penglihatan
Penelitian menemukan bahwa gangguan pendengaran atau penglihatan yang tidak diobati dapat mempercepat penurunan memori secara drastis.
Alasannya adalah ketika otak berjuang memproses suara atau penglihatan ia menggunakan sumber daya ekstra yang seharusnya untuk memori.
Jika kesulitan mendengar percakapan atau membaca tulisan kecil itu tidak hanya membuat frustrasi tetapi juga menguras mental.
Mendapatkan pemeriksaan rutin dan menggunakan alat bantu dengar atau kacamata jika diperlukan dapat membuat perbedaan besar.
- Pertahankan rasa memiliki tujuan
Tujuan memberikan struktur pada hari-hari dan otak berkembang dengan struktur serta rutinitas yang bermakna itu.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua merasa memiliki tujuan cenderung memiliki memori lebih baik.
Tujuan tidak harus berarti pencapaian besar tetapi bisa merawat taman, merawat hewan peliharaan, atau menulis surat.
Tindakan berkontribusi bahkan dengan cara kecil akan menyehatkan pikiran dan jiwa secara bersamaan untuk kehidupan lebih baik.