← Beranda
Mengenal 4 Attachment Style dan Pengaruhnya terhadap Hubunganmu
Intan PuspitasariJumat, 7 November 2025 | 05.40 WIB
Mengenal 4 Attachment Style dan Pengaruhnya terhadap Hubunganmu (Freepik/tirachardz)

JawaPos.com - Tahukah kamu, gaya kelekatan atau attachment style ternyata bisa mengungkap banyak hal tentang dirimu, mulai dari cara kamu menjalin hubungan, mengekspresikan emosi, hingga merespons orang-orang terdekatmu.

Sama halnya seperti tes kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), teori gaya kelekatan juga bisa memberikan gambaran tentang pola hubungan dan perilaku emosional seseorang.

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal psikologi Psych2Go, konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh John Bowlby, seorang psikolog yang meneliti perilaku bayi saat berpisah dari pengasuhnya.

Baca Juga: 3 Zodiak Ini Dikenal Paling Rentan Dimanipulasi dan Dimanfaatkan oleh Orang Lain, Apa Kamu Termasuk?

Bowlby mendefinisikan attachment sebagai keterikatan psikologis yang mendalam antara dua individu, yang dapat diamati melalui pola perilaku dan motivasi tertentu.

Dari hasil penelitiannya, para ahli kemudian mengelompokkan gaya kelekatan ke dalam empat tipe utama, yaitu:

  1. Secure Attachment (kelekatan aman)

  2. Anxious-Ambivalent Attachment (kelekatan cemas atau ambivalen)

  3. Avoidant Attachment (kelekatan menghindar)

  4. Disorganized (Fearful-Avoidant) Attachment (kelekatan tidak teratur atau takut-menghindar)

Yuk, kenali satu per satu gaya kelekatan ini dan cari tahu mana yang paling menggambarkan dirimu.

Baca Juga: Tribun Membiru, Hati Menyatu di Malaysia! Bobotoh Jadi Saksi Comeback Epik Persib Taklukkan Selangor FC 3-2

1. Secure Attachment (Kelekatan Aman)

Apakah kamu merasa nyaman dengan dirimu sendiri dan mampu menjalin hubungan yang sehat?

Anak-anak dengan gaya kelekatan aman biasanya tumbuh lebih mandiri, memiliki kepercayaan diri tinggi, dan mampu menjalin relasi sosial yang baik.

Saat dewasa, individu dengan secure attachment umumnya mampu memenuhi kebutuhan pasangan tanpa merasa terbebani.

Menurut penulis Mark Manson, orang dengan gaya kelekatan aman bisa memberikan ruang bagi pasangannya tanpa merasa terancam, serta mampu menenangkan pasangan yang cemas tanpa kehilangan kendali diri.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Surabaya, Pemkot Kebut Pembangunan Lima Rumah Pompa Baru

Mereka memiliki rasa percaya diri yang sehat dan batasan emosional yang jelas, sehingga hubungan mereka cenderung stabil dan saling mendukung.

2. Anxious-Ambivalent Attachment (Kelekatan Cemas atau Ambivalen)

Apakah kamu sering merasa curiga atau ragu terhadap niat orang lain? Gaya kelekatan ini biasanya berkembang pada anak-anak yang mengalami perhatian tidak konsisten dari orang tua, kadang penuh kasih, kadang dingin dan menjauh.

Akibatnya, anak menjadi bingung dan tidak percaya sepenuhnya, tetapi tetap berusaha dekat dengan pengasuhnya untuk memenuhi kebutuhan emosional.

Ketika dewasa, pola ini terbawa dalam hubungan romantis.

Baca Juga: Pahami Perbedaan Tabungan, Investasi, dan Deposito, Mana yang Paling Sesuai untuk Anda?

Orang dengan gaya anxious-ambivalent sering memerlukan kepastian dan perhatian berlebih, mudah merasa cemas, dan takut ditinggalkan.

Mereka cenderung overthinking terhadap sikap pasangan, meski sebenarnya tidak ada masalah besar.

3. Avoidant Attachment (Kelekatan Menghindar)

Apakah kamu cenderung menarik diri atau menekan emosi saat sedang stres?

Gaya avoidant berkembang ketika seorang anak tidak mendapatkan respons emosional yang cukup dari pengasuhnya. Mereka mungkin diajarkan untuk tidak menangis atau menahan perasaan, sehingga terbiasa mengabaikan kebutuhan emosional sendiri.

Saat dewasa, individu dengan kelekatan ini sering menghindari kedekatan emosional. Mereka mungkin merasa pasangan terlalu “clingy” atau menuntut perhatian lebih, padahal sebenarnya itu adalah reaksi dari rasa tidak nyaman terhadap keintiman emosional.

Mereka lebih memilih menjaga jarak dan menjaga kontrol, karena kedekatan sering diasosiasikan dengan risiko terluka.

4. Disorganized (Fearful-Avoidant) Attachment (Kelekatan Tidak Teratur atau Takut-Menghindar)

Apakah kamu kadang bingung bagaimana harus bersikap terhadap orang tua atau pasangan?

Gaya kelekatan ini muncul ketika anak tidak memiliki pola aman dalam mendapatkan kasih sayang.

Biasanya, pengasuh bersikap tidak terduga, kadang hangat, kadang menakutkan atau bahkan menyakiti.

Akibatnya, anak tumbuh dengan pandangan yang tidak konsisten terhadap dirinya dan orang lain. Dalam hubungan dewasa, mereka bisa merasa ingin dekat tapi juga takut terluka.

Orang dengan disorganized attachment sering kesulitan mengatur emosi, bingung antara kebutuhan untuk dekat dan rasa takut terhadap kedekatan itu sendiri.

Mereka mungkin tampak tidak stabil dalam hubungan, padahal sebenarnya mereka sedang berjuang mencari rasa aman.

Kalau kamu merasa gaya kelekatanmu termasuk tipe yang tidak aman (insecure), tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya.

Kamu bisa mulai dengan mengenali pola hubungan yang baik dan belajar mengekspresikan kebutuhan emosional secara sehat.

Dan yang paling penting, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk membantu memahami akar permasalahannya dan membangun kelekatan yang lebih aman.

Memahami attachment style bisa menjadi langkah awal untuk mengenali pola hubungan dan memperbaiki cara kita mencintai.

Empat gaya kelekatan tersebut  masing-masing memberikan gambaran tentang bagaimana masa kecil membentuk cara kita menjalin hubungan di masa dewasa.

Tidak ada gaya kelekatan yang mutlak baik atau buruk, karena semuanya bisa berubah seiring waktu dan pengalaman.

Dengan kesadaran diri, komunikasi yang sehat, serta dukungan dari profesional, kamu bisa membangun hubungan yang lebih stabil, penuh kasih, dan saling menghargai.

EDITOR: Hanny Suwindari