← Beranda
7 Penyebab Utama Seseorang Berusia 70 Tahun ke Atas Menarik Diri Secara Emosional
Aunur RahmanJumat, 31 Oktober 2025 | 04.17 WIB
Ilustrasi seorang wanita tua yang duduk sendirian di taman./Freepik

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, beberapa individu di atas 70 tahun mulai menunjukkan kecenderungan untuk melepaskan diri secara emosional dari dunia sekitarnya.

Ini bukanlah tanda kepribadian tertutup, melainkan respons terhadap serangkaian perubahan besar dalam hidup yang sangat menguras mental. Proses ini terjadi secara bertahap dan sering kali tidak terlihat oleh orang-orang terdekat, padahal dapat berakar pada beberapa alasan psikologis.

Dalam menghadapi tantangan unik ini, sangatlah penting untuk memahami faktor-faktor pendorongnya, mengingat hal ini memengaruhi kesejahteraan mereka; melansir dari Geediting.com Kamis (30/10) telah mengidentifikasi tujuh pemicu utama. Pemicu ini, seperti akumulasi kesedihan hingga hambatan teknologi, secara perlahan menciptakan jarak.

Dengan memahami pemicu ini, kita dapat merespons dengan kepekaan dan dukungan yang lebih baik.

1. Akumulasi Duka yang Belum Diproses

Seiring bertambahnya usia, mereka mengalami kehilangan orang terkasih, termasuk pasangan, saudara, dan teman-teman dekat. Duka yang terus menumpuk tanpa diproses dengan baik dapat menciptakan tembok emosional yang tebal. Akibatnya, mereka memilih untuk menarik diri daripada menghadapi kesedihan yang berkelanjutan.

2. Keterbatasan Fisik yang Memperkecil Ruang Gerak

Masalah mobilitas, gangguan pendengaran, dan kelelahan fisik dapat membuat partisipasi sosial menjadi sulit. Saat seseorang tidak bisa lagi menikmati acara seperti dulu, mereka cenderung berhenti keluar rumah. Ruang gerak mereka secara harfiah menjadi lebih kecil.

3. Teknologi Membuat Mereka Merasa Terasing

Banyak orang yang berusia di atas 70 tahun merasa tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi modern. Mereka kesulitan menavigasi perangkat digital, sehingga merasa tidak relevan di dunia yang serba terhubung. Teknologi, alih-alih menghubungkan, malah menciptakan perasaan terasing.

4. Kekecewaan Berulang dari Orang Terpenting

Kekecewaan emosional yang datang dari anak, cucu, atau orang-orang yang sangat dicintai dapat melukai batin mereka. Rasa sakit akibat pengabaian atau janji yang tidak ditepati akan menumpulkan keinginan mereka untuk berinvestasi emosi lagi. Mereka memilih mundur sebagai bentuk perlindungan diri.

5. Rasa Sakit Kronis Menciptakan Tembok Tak Kasat Mata

Rasa sakit fisik yang kronis dapat menjadi pekerjaan penuh waktu untuk dikelola. Rasa sakit yang tidak terlihat ini membuat orang lain berasumsi mereka baik-baik saja dan tidak membutuhkan bantuan. Mereka sering dianggap memilih tidak berpartisipasi karena orang lain tidak melihat perjuangan mereka.

6. Takut Menjadi Beban bagi Orang Lain

Frasa "Aku tidak ingin menjadi beban" adalah ungkapan yang sering didengar dari kelompok usia ini. Mereka menolak meminta bantuan, tersenyum saat kesepian, dan menahan diri untuk tidak membebani orang lain. Perasaan ini mendorong mereka untuk menarik diri secara emosional.

7. Merasa Menjadi Pelengkap dalam Lingkaran Sosial

Mereka perlahan menyadari bahwa peran mereka dalam lingkaran sosial sudah berkurang drastis. Perasaan bahwa mereka telah menjadi tokoh pinggiran dalam kehidupan orang lain sangat menyakitkan. Hal ini membuat mereka lebih memilih untuk menjadi lebih diam.

Jeda emosional ini adalah respons yang terkumpul dari serangkaian kehilangan, keterbatasan fisik, dan kekecewaan sosial yang terus-menerus terjadi. Memahami pemicu-pemicu psikologis ini sungguh tidak memperbaiki segalanya, tetapi ini mengubah cara kita memberikan dukungan. Alih-alih menilai, kita harus mendekati mereka dengan kesabaran, empati, dan rasa ingin tahu yang tulus.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho