JawaPos.com - Hidup sebagai mahasiswa berarti belajar untuk lebih mandiri untuk mengatur kehidupan dengan dana yang ada. Tantangan ini tentu menjadi berat jika tidak direncanakan dengan baik.
Sering dijumpai mahasiswa yang kerap kehabisan uang sebelum akhir bulan. Salah satu penyebabnya adalah kurang bijak dalam mengelola keuangan.
Selama ini, mahasiswa cenderung memenuhi keinginannya sesaat, seperti belanja impulsif atau menggunakan pay later tanpa perhitungan.
Akibatnya, mereka kerap terjebak pada tumpukan hutang paylater yang terus membengkak tiap bulan. Kondisi ini semakin berat karena sebagian besar mahasiswa belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.
Mengutip dari laman /um-sorong.ac.id dan uvers.ac.id berikut adalah langkah bijak agar mahasiswa tidak hidup miskin karena terjebak masalah keuangan.
Baca Juga: Arsene Wenger Yakin Arsenal Siap Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris Musim Ini
-
Susun anggaran bulanan
Mungkin terdengar klise, namun langkah awal untuk mengelola keuangan adalah dengan membuat anggaran bulanan.
Buat daftar kebutuhan seperti biaya kuliah, makan dan minum, sewa kos, hiburan, transportasi, self care, sampai print, alat tulis, dan kuota internet. Jangan lupa untuk selalu menyisihkan uang untuk tabungan dan dana darurat.
Prioritaskan pengeluaran yang bersifat penting seperti biaya kuliah, makanan pokok, dan sewa kos. Setelah itu, baru alokasikan sisa uang untuk keperluan lain seperti hiburan dan hobi agar keuangan tetap stabil.
-
Pisahkan uang
Saat menerima uang, langsung pisahkan sesuai dengan kebutuhan. Gunakan juga metode 50:30:20 untuk membagi uang anda.
Baca Juga: Hari Habitat Sedunia! Bisa Dirayakan dengan Diskusi Publik hingga Penanaman Mangrove
Supaya lebih praktis, anda bisa memanfaatkan aplikasi keuangan digital seperti gopay, dana, ovo, ataupun aplikasi yang serupa untuk memudahkan pengelolaan keuangan.
Dengan cara ini pengeluaran anda bisa lebih terkontrol dan penggunaan uang bisa lebih tertata sesuai porsinya. Manfaatnya, anda bisa lebih hemat dan terhindar dari pemborosan.
-
Catat pengeluaran
Biasakan diri untuk selalu catat uang yang keluar, sekecil apapun jumlahnya. Pencatatan kondisi keuangan membuat anda bisa mengevaluasi ke mana saja uang anda terpakai.
Lakukan evaluasi di akhir bulan untuk pengeluaran anda apakah sudah sesuai dengan anggaran.
Kebiasaan ini dapat membantu anda untuk mengelola keuangan dengan lebih hemat dan mencegah kebocoran dana yang tidak perlu.
-
Masak sendiri
Masak sendiri membuat pengeluaran anda lebih hemat. Selain itu, anda bisa memilih menu makanan sesuai selera dan memastikan kebersihannya. Dibandingkan makan di luar selama 3 kali sehari, memasak menu seharian bisa menjadi solusi agar anak kos bisa lebih hemat.
Kebiasaan masak ini dapat membantu anda menghemat sekitar Rp 300.000- 500.000 perbulan. Selain itu, cara ini dapat membantu anda untuk melatih keterampilan hidup mandiri dan menjaga pola makan sehat.
-
Batasi nongkrong
Hindari kebiasaan nongkrong yang tidak perlu. Batasi kegiatan nongkrong maksimal dua kali seminggu.
Sebagai gantinya anda bisa mengisinya dengan aktivitas bermanfaat seperti olahraga, belajar bersama, aau memasak bersama teman di kos. Dengan cara ini, anda tetap bisa bersosialisasi tanpa harus hidup boros.
-
Bedakan kebutuhan dan keinginan
Hidup mandiri membuat keinginan untuk berbelanja semakin meningkat. Sebelum membeli sesuatu biasakan untuk menanyakan pada diri sendiri apakah barang ini benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
Dengan cara ini anda bisa mencegah kebiasaan impulsif buting yang membuat uang cepat habis. Biasakan diri untuk membeli sesuatu yang memang berguna dalam jangka panjang dan memiliki manfaat bagi kehidupan.
-
Miliki dana darurat
Salah satu hal penting yang sering dilupakan mahasiswa adalah dana darurat. Padahal dana ini sangat dibutuhkan ketika terjadi hal-hal mendesak seperti ban bocor, sakit, kehilangan barang, ataupun pulang kampung mendadak.
Sisihkan uang sedikit setiap bulan untuk dana darurat, agar anda bisa menghadapi situasi yang tidak terduga tanpa harus meminjam uang.
-
Hindari utang
Hindari kebiasaan memakai pay later. Utang bisa menjebak anda jika tidak dilakukan secara bijak.
Hindari kebiasaan memakai kartu kredit dan berhutang hanya untuk memenuhi gaya hidup. Pastikan anda membeli sesuatu yang sanggup anda bayar.
-
Cari penghasilan sampingan
Mahasiswa bisa menggunakan keterampilan yang mereka miliki untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Anda bisa menjadi guru les privat, bekerja sebagai editor freelance, atau bahkan menjual barang-barang preloved.
Penghasilan tambahan ini bisa menambah uang jajan, mengasah keterampilan, dan menambah pengalaman kerja sejak dini.