JawaPos.com - Membangun koneksi baru memang mudah, tetapi mempertahankan persahabatan stabil dalam jangka panjang adalah tantangan sesungguhnya.
Beberapa individu kerap kesulitan menjaga hubungan karena mereka memiliki pola perilaku yang tidak disadari. Perilaku ini sering kali berasal dari rasa ketidakamanan diri yang tersembunyi.
Melansir dari Geediting.com Selasa (30/9), ada delapan kebiasaan yang tanpa sadar dapat merusak ikatan persahabatan mereka.
Mengenali delapan kebiasaan ini adalah langkah pertama untuk memahami dinamika hubungan mereka. Kita perlu melihat bagaimana kebiasaan halus ini bisa merusak hubungan.
1. Kompensasi Berlebihan
Mereka sering berusaha menjadi pusat perhatian atau menjadi penghibur dalam setiap kelompok sosial. Hal ini adalah mekanisme alam bawah sadar untuk menutupi rasa kurang percaya diri yang mereka rasakan. Mereka menampilkan sebuah pertunjukan, alih-alih menjadi diri sendiri.
2. Ketakutan akan Komitmen
Orang dengan ketakutan ini cenderung menghindari ikatan emosional yang terlalu mendalam. Mereka mungkin menjaga jarak atau sering membatalkan janji secara tiba-tiba. Perilaku ini membuat hubungan tidak pernah berkembang menjadi koneksi yang benar-benar stabil.
3. Kurangnya Kesadaran Diri
Individu ini kerap tidak menyadari bahwa ucapan atau tindakannya telah menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman. Mereka mungkin merasa bersikap lugas, padahal terkesan agresif atau meremehkan. Kurangnya empati ini menyebabkan konflik dan kesalahpahaman.
4. Ketergantungan Tinggi pada Orang Lain
Mereka terlalu mengandalkan teman untuk mendapatkan validasi dan kepastian yang konstan dalam hidup. Ketergantungan berlebihan ini dapat memberikan tekanan yang berat pada sebuah hubungan. Kebutuhan satu orang yang mendominasi akan menyebabkan ketidakseimbangan pertemanan.
5. Kesulitan Mengekspresikan Emosi
Satu di antara perilaku yang terlihat adalah kecenderungan untuk memendam perasaan atau mengungkapkannya dengan cara yang tidak sehat. Mereka bisa tiba-tiba menjauh atau menolak membicarakan masalah saat sedang kesal. Komunikasi yang tidak terbuka akan menciptakan rasa sakit dan memicu kesalahpahaman.
6. Terlalu Setuju
Mereka selalu mengatakan "ya" untuk segala hal dan menghindari adanya pertentangan sama sekali. Mereka berpikir sikap ini akan menjadikan mereka teman yang baik, padahal justru mencegah terjalinnya koneksi sejati. Persahabatan sejati tumbuh subur karena adanya perbedaan pendapat yang saling menghormati.
7. Perilaku yang Tidak Konsisten
Pribadi ini menunjukkan perilaku yang tidak terduga, di mana hari ini mereka bersemangat, besok mereka menjadi dingin dan tertutup. Ayunan suasana hati yang tidak menentu membuat orang lain merasa tidak aman dalam persahabatan. Ketidakpastian semacam ini lama-kelamaan akan merusak hubungan.
8. Kurangnya Timbal Balik
Inti dari persahabatan stabil adalah keseimbangan antara memberi dan menerima. Orang-orang ini sering menjadi pihak yang hanya mengambil tanpa pernah membalas dukungan atau upaya dari temannya. Ketidakmampuan untuk membalas kebaikan menciptakan ketidakseimbangan yang pada akhirnya akan merusak ikatan.
Perilaku yang menghambat persahabatan ini sering kali merupakan mekanisme pertahanan diri bawah sadar yang dapat diubah. Memahami akar masalah ini dapat membantu individu tersebut untuk memulai proses perbaikan diri. Mengubah kebiasaan ini membutuhkan kesadaran diri dan upaya yang konsisten.
Membangun hubungan yang sehat memerlukan usaha yang seimbang dari kedua belah pihak dan juga kesiapan untuk menjadi rentan. Mengakui dan memperbaiki perilaku ini adalah langkah awal menuju hubungan pertemanan yang bermakna.