← Beranda
8 Ciri Khas Orang Dewasa yang Tumbuh dengan Figur Orang Tua Kurang Ideal
Aunur Rahman• Minggu, 28 September 2025 | 17.14 WIB
Ilustrasi seorang anak kecil dan dua orang tua, melambangkan refleksi atas pola yang terbentuk dari masa lalu./Freepik

JawaPos.com - Lingkungan masa kecil, khususnya kualitas figur orang tua, sangat memengaruhi pembentukan karakter seseorang.

Anak-anak yang tumbuh dengan sosok orang tua yang kurang ideal sering kali mengembangkan mekanisme pertahanan diri unik. Pola-pola ini menjadi ciri khas dalam perilaku mereka saat dewasa.

Melansir dari Geediting.com Minggu (28/9), terdapat beberapa sifat dan kebiasaan yang secara tidak sengaja terwujud. Mengenali ciri-ciri ini adalah langkah pertama untuk memahami dan memutus pola yang tidak sehat. Berikut delapan ciri utama yang sering mereka tampilkan.

1. Kesulitan Mempercayai Orang Lain

Kekurangan konsistensi dan keandalan dari orang tua dapat membentuk lensa skeptisisme. Mereka cenderung sulit memercayai orang lain dan sering kali mengharapkan orang untuk mengecewakan. Hal ini menimbulkan penghalang dalam membangun koneksi yang dalam dan bermakna.

2. Kesulitan Membentuk Hubungan Sehat

Secara tidak sadar, mereka mungkin mengulang pola negatif yang pernah dialami di rumah. Mereka mungkin merasa tertarik pada dinamika hubungan yang mencerminkan masa kecilnya. Namun, dengan kesadaran dan usaha, pola tersebut dapat dipatahkan.

3. Berjuang dalam Batasan Diri

Satu di antara sifat yang paling menonjol adalah kesulitan mereka dalam menetapkan batasan. Mereka mungkin menjadi terlalu permisif, membiarkan orang lain bertindak seenaknya, atau sebaliknya menjadi terlalu mengontrol. Hal ini berasal dari lingkungan masa kecil tanpa batasan yang jelas.

4. Keraguan Diri dan Harga Diri Rendah

Ketika orang dewasa dalam hidup mereka tidak mencontohkan kepercayaan diri, sulit bagi mereka untuk mengembangkan harga diri. Mereka cenderung meragukan kemampuan diri sendiri. Kurangnya harga diri ini dapat membuat mereka menghindari peluang karena rasa takut gagal.

5. Sulit Mengekspresikan Emosi

Mereka tumbuh di lingkungan tempat emosi sering dikesampingkan atau dilarang untuk dibicarakan. Akibatnya, mereka kesulitan memahami dan mengartikulasikan perasaan mereka secara efektif saat dewasa. Kekosongan emosional ini dapat memicu kesalahpahaman dalam hubungan.

6. Rasa Takut Mendalam terhadap Kegagalan

Cinta orang tua yang terasa bersyarat pada kesuksesan dapat menanamkan rasa takut gagal yang mendalam. Hal ini mendorong mereka pada perfeksionisme ekstrem atau justru penghindaran risiko berlebihan. Rasa takut ini dapat menahan mereka dari mengambil peluang baru.

7. Ketergantungan Diri yang Berlebihan

Pengalaman harus menangani segala hal sendirian saat kecil menumbuhkan kemandirian ekstrem. Sifat ini, meskipun terlihat mengagumkan, dapat mengisolasi mereka. Mereka enggan meminta bantuan, bahkan ketika sangat dibutuhkan.

8. Memiliki Daya Tahan (Resiliensi) yang Luar Biasa

Terlepas dari segala tantangan, mereka sering kali mengembangkan ketahanan batin yang luar biasa. Mereka telah menghadapi kesulitan sejak usia muda. Resiliensi ini adalah aset terbesar mereka untuk maju.

Ciri-ciri negatif ini pada dasarnya adalah mekanisme bertahan hidup dari masa lalu. Namun, perilaku tersebut tidak perlu mendefinisikan siapa mereka di masa kini. Mengakui pengaruh masa lalu adalah awal untuk penyembuhan.

Menciptakan pola perilaku yang lebih sehat memerlukan waktu dan kesadaran diri yang konsisten. Mereka memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk memutus siklus tersebut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho