← Beranda
Orang yang Suka Bersih-Bersih Rumah saat Dirinya Marah, Biasanya Punya 8 Perilaku Khusus Ini
Sharah SalsabilaKamis, 1 Mei 2025 | 15.14 WIB
Ilustrasi orang yang bersih-bersih rumah saat marah (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Ada saja yang dilakukan setiap orang saat mereka marah, mulai dari banting barang, diam, bicara kasar, bahkan bersih-bersih rumah.

Mungkin terdengar jarang jika seseorang suka bersih-bersih rumah saat dirinya marah, dan mengutip dari laman Klik Dokter pada Kamis (01/05) perilaku tersebut bisa dikategorikan healthy anger.

Manfaat dari healthy anger adalah membantu diri untuk fokus terhadap penyelesaian masalah yang ada, karena biasanya saat marah seseorang bisa kehilangan atas kontrol terhadap dirinya sendiri.  

Dilansir dari laman DM News pada Kamis (01/05), orang yang suka bersih-bersih rumah saat dirinya marah, biasanya punya 8 perilaku khusus ini.

1. Mampu Menyalurkan Emosi

Mulai dari menggosok lantai dapur hingga menata ulang rak buku. Mereka adalah orang-orang yang mengambil perasaan dan menyalurkannya ke dalam tindakan.

Jika kamu menemukan diri meraih sapu saat sedang marah, ingatlah bahwa inj bukan perilaku random, tapi sebuah cara unik untuk menghadapi kekacauan dalam diri.

2. Perhatian terhadap Detail

Bagi mereka, kemarahan tidak hanya memicu pembersihan tapi meningkatkan perhatian terhadap detail. Mereka memerhatikan hal-hal kecil yang biasanya diabaikan.

Seperti debu di bawah sofa, noda di dinding, bingkai foto yang sedikit bengkok. Dengan memperbaiki setiap ketidaksempurnaan kecil ini terasa sangat memuaskan.

Ini seperti kemarahan mereka dapat mempertajam fokus, serta mengubah mereka menjadi pembersih yang teliti.

3. Manfaat Terapeutik

Ketika kita marah, tubuh akan masuk ke mode "melawan atau lari", melepaskan adrenalin ke dalam sistem diri sendiri.

Lonjakan adrenalin ini memberi kita ledakan energi yang perlu dikeluarkan. Pembersihan menyediakan jalan keluar yang sempurna untuk energi ini. Bersih-bersih rumah adalah aktivitas fisik yang membutuhkan usaha dan konsentrasi, serta membantu kita menyalurkan energi terpendam dengan cara yang produktif.

Selain itu, tindakan pembersihan memberikan hasil nyata langsung, ruang yang lebih bersih dan lebih teratur, hingga memberi kita rasa pencapaian dan kontrol, pada akhirnya membantu menenangkan kemarahan.

4. Keinginan untuk Kontrol

Ketika hidup melemparkan bola kurva ke arah kita, mudah untuk merasa seperti kehilangan kendali. Tetapi, meskipun tidak dapat mengendalikan keadaan eksternal ini, yang dapat kamu kendalikan adalah lingkungan terdekat.

Saat marah, kamu akan mengatur semuanya, seperti menciptakan ruang yang rapi. Secara tidak langsung, emosi itu akan kembali secara teratur apalagi dengan melihat lingkungan yang bersih dan rapi.

5. Peningkatan Efisiensi

Bagi mereka, kemarahan telah mengubahnya menjadi mesin pembersih yang sangat efisien, serta memungkinkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang biasanya memakan waktu berjam-jam.

Seolah-olah intensitas emosinya diterjemahkan ke dalam intensitas tindakan, serta mendorong untuk menyelesaikan sesuatu dengan lebih cepat dan lebih efektif.

6. Tenang dalam Kekacauan

Ini mungkin tampak aneh, tetapi di tengah badai kemarahan, tindakan bersih-bersih rumah membawa rasa tenang. Kamu akan berpikir bahwa berada dalam keadaan marah akan menyebabkan lebih banyak kekacauan, tetapi pada kenyataannya, justru sebaliknya.

Tindakan fisik pembersihan, gerakan berulang, fokus yang dibutuhkan, semua elemen ini bekerja sama untuk menciptakan ritme menenangkan.

Meskipun mungkin tampak paradoks, bersih-bersih saat marah sebenarnya dapat menciptakan rasa tenang di tengah kekacauan.

7. Latihan Kesadaran 

Kesadaran tindakan hadir sepenuhnya dan terlibat pada saat ini, bahkan sering dikaitkan dengan aktivitas damai seperti meditasi atau yoga.

Tapi bersih-bersih rumah juga bisa menjadi bentuk kesadaran. Ketika marah dan mulai membersihkan, kamu meluapkan tidak hanya melalui gerakan tapi sepenuhnya terlibat dalam tugas yang ada.

Kamu memerhatikan rasa spons, bau sabun, suara vakum. Selain itu juga memerhatikan setiap detail yang kotor. Dengan cara ini, membersihkan menjadi latihan kesadaran. 

EDITOR: Candra Mega Sari