JawaPos.com - Mobil listrik BYD menabrak taksi listrik Green SM dari belakang di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (19/9) pukul 11.30 WIB.
Insiden yang terekam kamera warga dan mendadak viral di media sosial ini berbuntut panjang setelah pengemudi BYD nekat tancap gas dan menyeret sopir taksi sejauh 50 meter saat dimintai pertanggungjawaban.
Peristiwa ini melibatkan mobil BYD bernomor polisi B 1366 AZL yang dikemudikan Agustam dan taksi Green berpelat B 1070 SLF yang dikendarai Budi Hendra.
Panit Laka Lantas Jakarta Barat Ipda Deddy Mohammadi memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
"Untuk korban luka maupun meninggal dunia nihil," ujar Deddy, Minggu (20/9).
Kronologi Awal Mulai Tabrakan hingga Momen Terseret
Kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan sedang melaju searah di ruas Tol Jakarta-Tangerang.
Mobil BYD yang dikendarai Agustam mendadak menabrak bagian belakang taksi listrik Green, yang mengakibatkan bemper belakang kanan taksi mengalami kerusakan cukup parah.
Mendapati mobilnya penyok, Budi mencoba menghentikan pengemudi BYD di area exit Tol Tomang guna menyelesaikan permasalahan secara baik-baik.
Namun, situasi di lapangan berubah menjadi tegang ketika pengemudi BYD enggan bertanggung jawab.
Saat Budi mendekati kendaraan dan pengemudi BYD membuka pintu depan sebelah kiri, sopir mobil listrik tersebut justru mendadak tancap gas untuk melarikan diri.
Akibatnya, Budi yang berada di dekat pintu mobil ikut terseret di jalanan.
"Awalnya senggolan, minta pertanggungjawaban sopir taksi Green. Namun tidak mau. Lanjut dia jalan, diikutin sama sopir Green itu," terang Deddy
"Jaraknya kurang tau ya, kalau informasi Pak Budi sih 50 meteran. Cuma enggak ada luka," lanjutnya.
Polisi Sambangi Pool Taksi dan Buru Pengemudi BYD
Menindaklanjuti rekaman video yang beredar luas di masyarakat, kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan.
Petugas telah mendatangi pool taksi listrik Green yang berlokasi di Jalan H Saba, Meruya Selatan, Kembangan, untuk memeriksa kondisi korban serta mengumpulkan keterangan langsung dari Budi Hendra.
"Saya udah ke pool Green, ketemu Pak Budi (korban). Dia enggak apa-apa, enggak ada luka," ungkap Deddy.
Selain mengidentifikasi kondisi korban, pihak kepolisian juga telah mendatangi kediaman Agustam sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.
Langkah ini dilakukan untuk melakukan dokumentasi, menyusun kronologi detail, serta menelusuri keberadaan pengemudi BYD tersebut.
Hingga saat ini, kepolisian masih terus mendalami faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di ruas tol tersebut.
"Untuk dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," imbuh Deddy.