← Beranda
Kabupaten Bogor Lakukan Penyiraman Abu Vulkanik, Termasuk Parung Panjang dan Gunung Sindur?
Abdul RahmanSenin, 7 September 2026 | 03.38 WIB
Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penyiraman abu vulkanik di sejumlah wilayah untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan masyarakat. (Radar Bogor)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah antisipasi menyusul paparan abu vulkanik yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Bogor melakukan light water spray atau penyemprotan air secara ringan di sejumlah ruas jalan pada Minggu (6/9).

Penyemprotan dilakukan mulai pukul 11.00 WIB secara serentak dengan melibatkan personel DPKP Kabupaten Bogor di sejumlah wilayah. Langkah tersebut merupakan instruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto sebagai upaya mengurangi debu vulknaik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatan yang beterbangan.

Air disemprotkan ke permukaan jalan agar partikel debu lebih cepat mengendap dan tidak mudah kembali beterbangan akibat pergerakan kendaraan maupun aktivitas warga. Dengan demikian, paparan debu di lingkungan sekitar diharapkan dapat ditekan.

Parung Panjang menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam sasaran penyemprotan. Petugas melakukan penyiraman di kawasan sekitar sektor. Namun, berdasarkan daftar lokasi yang disampaikan Pemkab Bogor, Gunung Sindur tidak tercantum sebagai titik penyemprotan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: DJ Katty Butterfly Dituntut Ganti Rugi Rp 146 Juta hingga Diancam Proses Hukum Buntut Batal Tampil

Secara keseluruhan, terdapat 11 wilayah yang menjadi sasaran kegiatan penyemprotan. Selain Parung Panjang, petugas juga diterjunkan ke Ciawi, Ciomas, Parung, Cibinong, Cileungsi, Cariu, Babakan Madang, Citeureup atau Bogorindo, Leuwiliang, serta Gunung Putri.

Di Kecamatan Ciawi, penyemprotan dilakukan dari kawasan Pasar Ciawi hingga RSUD. Sementara di Ciomas, petugas menyasar jalur dari sekitar Kantor Kecamatan hingga sektor.

Untuk wilayah Parung, penyemprotan dipusatkan di sekitar Pasar Parung. Sedangkan di Cibinong, petugas melakukan penyiraman di Jalan Tegar Beriman dan kawasan Pakansari yang menjadi salah satu kawasan dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Penyemprotan juga dilakukan di sekitar kawasan Metland, Kecamatan Cileungsi. Di Kecamatan Cariu, sasaran berada di sekitar Kantor Kecamatan Cariu.

Sementara itu, petugas di Babakan Madang melakukan penyemprotan mulai dari kawasan Bellanova menuju Kecamatan dan Pasar Babakan Madang. Di wilayah Citeureup atau Bogorindo, penyiraman dilakukan dari Tugu Pancakarsa hingga Lampu Merah Kandang Roda.

Wilayah Leuwiliang turut mendapat penanganan serupa. Petugas menyemprot ruas jalan dari sekitar pasar menuju Kantor Kecamatan. Adapun di Gunung Putri, penyemprotan difokuskan pada ruas jalan utama di sekitar sektor.

Dilansir dari Radar Bogor, langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dedi, salah seorang warga yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, menilai penyemprotan jalan sangat membantu mengurangi debu yang beterbangan di tengah aktivitas warga.

Menurut Dedi, keberadaan abu vulkanik perlu diantisipasi karena masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan berpotensi terpapar partikel debu.

“Dengan adanya kegiatan penyemprotan jalan ini, kami sangat terbantu, setidaknya bisa membuat kita lebih lega dan membantu meminimalisir dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama bagi paru-paru,” ujar Dedi seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.

Hal senada disampaikan Asep, warga lainnya. Ia menilai penyiraman jalan membuat debu lebih tertahan di permukaan sehingga tidak mudah beterbangan ketika dilalui kendaraan.

Upaya penyemprotan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam merespons kondisi lingkungan akibat paparan abu vulkanik. Meski demikian, masyarakat tetap perlu melakukan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: DJ Katty Butterfly Tetap Dipaksa Tampil di Kelab Malam Bandung Padahal Kondisinya Drop

Warga yang berada di kawasan dengan kondisi udara berdebu dianjurkan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara serta informasi kebencanaan dari instansi pemerintah dan sumber resmi.

Dengan penyemprotan di sejumlah ruas jalan tersebut, Pemkab Bogor berharap konsentrasi debu yang beterbangan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan lebih nyaman dan risiko paparan partikel di udara dapat diminimalkan.

EDITOR: Abdul Rahman