← Beranda
Viral Video Mesum di Rel Jatinegara, Satpol PP Desak PT KAI Bangun Tembok Pembatas
Ryandi ZahdomoJumat, 8 Mei 2026 | 23.20 WIB
Viral di media sosial Aksi nekat pasangan sejoli yang berbuat mesum di pinggir rel kereta api Jatinegara. (Instagram)

JawaPos.com - Viral di media sosial Aksi nekat pasangan sejoli yang berbuat mesum di pinggir rel kereta api Jatinegara. Tindakan ini akhirnya memicu tindakan tegas dari aparat. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur kini bergerak untuk memperketat pengamanan di area yang sempat viral tersebut.

Kejadian yang terekam kamera penumpang KRL ini berlokasi di perlintasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, pada Rabu (6/5). Menanggapi keresahan warga, petugas langsung melakukan koordinasi khusus guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kasat Pol PP Jakarta Timur Muhammadong menuturkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan PT KAI untuk menutup akses liar ke area rel.

Baca Juga: Silang Pendapat Putusan MK soal Lembaga Penghitung Kerugian Keuangan Negara, Siapa Paling Berwenang?

"Kami langsung berkoordinasi dengan pihak PT KAI dalam hal ini Stasiun Jatinegara," ujar Muhammadong, Jumat (8/5).

Langkah utama yang diusulkan adalah penutupan akses fisik. Celah-celah yang selama ini digunakan warga untuk masuk ke area terlarang akan segera ditutup permanen.

Selain pengawasan manusia, Muhammadong menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pembatas di sepanjang bantaran rel Jatinegara tersebut.

Pihaknya meminta kepada pihak PT KAI agar segera membuat pagar atau tembok agar tidak ada lagi warga keluar masuk di rel tersebut. Tak hanya soal sekat fisik, faktor pencahayaan juga menjadi sorotan utama agar lokasi tersebut tidak lagi gelap dan rawan tindakan asusila.

Baca Juga: Alasan Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

"Kami juga meminta agar ada penambahan penerangan disekitar lokasi tersebut," tegasnya.

Untuk memastikan lokasi tetap kondusif, Muhammadong telah menginstruksikan personelnya untuk melakukan pengawasan rutin. Patroli ini tidak hanya melibatkan Satpol PP, tetapi juga menggandeng aparat penegak hukum lainnya.

Tujuannya supaya tidak ada lagi aksi mesum yang meresahkan warga sekitar maupun pengguna kereta api. Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi area publik yang aman bagi masyarakat luas.

"Patroli kami akan melibatkan dari unsur kepolisian dan TNI supaya memberikan rasa aman dan nyaman ke masyarakat," imbuhnya.

EDITOR: Bintang Pradewo