← Beranda
Ribuan Warga Berkumpul Berduka Atas Korban Serangan di Masjid San Diego
Risma Azzah FatinSabtu, 23 Mei 2026 | 07.45 WIB
Lebih dari 2.000 orang berkumpul di San Diego untuk berduka atas tiga pria yang tewas dalam serangan masjid (al-Jazeera)

JawaPos.com – Lebih dari 2.000 orang berkumpul di San Diego untuk berduka atas tiga pria yang tewas dalam serangan di masjid terbesar kota tersebut.

Dilansir dari laman al-Jazeera pada Jum'at (22/5), Ribuan pelayat menghadiri upacara penghormatan sekaligus salat jenazah Islam bagi para korban di sebuah taman terbuka.

Suasana duka terasa mendalam ketika komunitas Muslim dan masyarakat setempat bersama-sama mengenang para korban yang dinilai sebagai pahlawan.

Tiga korban yang meninggal dunia diketahui berusaha menghentikan serangan bersenjata di Islamic Center of San Diego pada awal pekan ini.

Mereka terdiri dari seorang petugas keamanan serta dua pria lain yang disebut berupaya melindungi jamaah dan anak-anak di lingkungan masjid. Jenazah para korban dibaringkan di bawah kanopi putih saat ribuan pelayat mengikuti prosesi doa bersama.

Dalam upacara tersebut, para hadirin melaksanakan salat jenazah atau Janazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban.

Banyak peserta datang dari berbagai wilayah di Amerika Serikat untuk menunjukkan solidaritas terhadap keluarga korban dan komunitas Muslim San Diego.

Kehadiran aparat kepolisian berseragam juga menjadi simbol dukungan terhadap masyarakat yang terdampak tragedi tersebut.

Imam pusat Islam setempat menyampaikan bahwa komunitas mereka sedang mengalami luka mendalam akibat peristiwa itu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat Muslim di San Diego tetap berusaha kuat dan bersatu menghadapi situasi sulit tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah suasana emosional yang menyelimuti acara penghormatan bagi para korban.

Pihak kepolisian menyebut tindakan ketiga korban kemungkinan besar berhasil mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Petugas keamanan masjid dilaporkan sempat mengaktifkan sistem penguncian darurat sehingga para siswa sekolah dasar dan staf dapat berlindung.

Langkah cepat tersebut diyakini memberi waktu bagi anak-anak untuk menghindari ancaman saat penembakan berlangsung.

Serangan itu saat ini masih diselidiki aparat sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian. Kepolisian menyatakan fokus penyelidikan diarahkan pada kemungkinan adanya unsur serangan yang ditargetkan terhadap komunitas Muslim.

Peristiwa tragis tersebut juga kembali memunculkan kekhawatiran terkait meningkatnya Islamofobia di Amerika Serikat.

Usai prosesi penghormatan, ketiga korban dijadwalkan dimakamkan berdampingan di pemakaman terdekat. Banyak pelayat mengenang mereka sebagai sosok pemberani yang mengorbankan nyawa demi melindungi orang lain.

Tragedi tersebut meninggalkan duka mendalam sekaligus mempererat solidaritas masyarakat San Diego terhadap komunitas Muslim setempat.

EDITOR: Hanny Suwindari