← Beranda
Respons Serangan Verbal Donald Trump, Paus Leo XIV Tak Takut: Gereja Bukan Arena Politik
Rian AlfiantoSelasa, 14 April 2026 | 05.41 WIB
Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV. (Vatican News).

JawaPos.com - Ketegangan antara Donald Trump dan Paus Leo XIV memasuki babak baru. Setelah mendapat serangan verbal dari Presiden AS, Paus Leo akhirnya buka suara dan menegaskan tidak gentar menghadapi kritik tersebut.

Dalam pernyataannya kepada jurnalis saat penerbangan dari Roma menuju Aljazair, Paus Leo menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rasa takut terhadap pemerintahan Trump. Ia juga memilih untuk tidak memperpanjang polemik secara langsung.

“Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan pribadi. Pesan Injil tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan tertentu seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya, menanggapi kritik pedas Trump di media sosial.

Tegaskan Peran Gereja: Bukan Pemain Politik

Paus Leo juga menekankan bahwa perannya sebagai pemimpin Gereja Katolik berbeda dengan pemimpin politik. Ia menolak anggapan bahwa pernyataannya soal perang dan perdamaian merupakan bagian dari agenda politik global.

“Kami bukan politisi. Cara pandang kami terhadap dunia tidak sama dengan pendekatan kekuasaan,” kata Paus dalam wawancara terpisah.

Ia juga menyayangkan jika pesan moral gereja disamakan dengan kepentingan politik praktis. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kesalahpahaman terhadap nilai-nilai dasar ajaran Kristen.

Menanggapi unggahan Trump di Truth Social yang menyebut dirinya 'lemah' dan 'buruk dalam kebijakan luar negeri', Paus Leo memberikan respons yang relatif santai, bahkan sedikit menyindir.

“Ironis juga nama platform itu,” katanya singkat, merujuk pada media sosial milik Trump.

Meski demikian, ia tetap menegaskan akan melanjutkan misinya sebagai pemimpin spiritual tanpa terpengaruh kritik tersebut.
“Saya akan tetap menjalankan tugas Gereja sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Paus Leo juga kembali menegaskan komitmennya sebagai pembawa pesan damai di tengah meningkatnya konflik global, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Ia menyebut terlalu banyak korban jiwa akibat perang, sehingga diperlukan suara moral yang mendorong solusi damai.
“Banyak orang tak bersalah menjadi korban. Harus ada yang berani mengatakan bahwa ada jalan yang lebih baik selain perang,” tegasnya.

Paus juga menekankan bahwa seruannya bukan ditujukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai ajakan universal untuk mengedepankan perdamaian.

Selain itu, di tengah polemik dengan Trump, Paus Leo tetap melanjutkan agenda kunjungan internasionalnya. Setelah tiba di Aljazair, ia dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke beberapa negara Afrika lainnya dalam tur 11 hari.

Kunjungan ini difokuskan pada dialog lintas agama, penguatan komunitas Katolik, serta penyampaian pesan perdamaian di kawasan yang memiliki dinamika sosial dan politik yang kompleks.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra