← Beranda
Tragedi Penembakan dan Pembakaran Gereja di Michigan: 4 Jemaat Tewas, 8 Terluka
Bhagas Dani PurwokoRabu, 1 Oktober 2025 | 16.37 WIB
Api dan asap mengepul dari Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Grand Blanc, Michigan pada hari Minggu setelah penembakan. (dok The Jerussalem Post)

JawaPos.com – Sebuah tragedi menimpa Gereja Jesus Christ of Latter-day Saints di Michigan pada Minggu (28/9/2025).

Dilansir dari SCMP, seorang mantan Marinir, Thomas Jacob Sanford, menabrakkan truk pikap ke gedung gereja yang sedang penuh jemaat untuk kebaktian, lalu melepaskan tembakan membabi buta dan membakar bangunan. Polisi akhirnya menembak mati pelaku.

Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang jemaat dan melukai delapan lainnya. Pihak berwenang masih mencari korban tambahan di reruntuhan karena api baru bisa dipadamkan setelah berjam-jam. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 10.25 pagi di Grand Blanc Township, saat ratusan jemaat sedang berada di dalam gereja.

Kepala Polisi William Renye menjelaskan, Sanford keluar dari truk dengan membawa dua bendera Amerika di bagian belakang, lalu langsung menembaki jemaat.

Baca Juga: Donald Trump Akan Mengenakan Tarif 100 Persen untuk Film Buatan Luar Negeri yang Masuk ke Amerika Serikat

Menurut Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak, pelaku juga membawa bensin untuk membakar gedung, serta memiliki bahan peledak meski belum jelas apakah digunakan.

FBI mengidentifikasi Sanford sebagai warga Burton, kota kecil dekat lokasi kejadian. Mereka menyebut serangan ini sebagai aksi kekerasan yang disengaja.

Saat ini, penyelidik sedang menggeledah rumahnya, meski belum ada keterangan apakah ia pernah menjadi anggota gereja Mormon tersebut.

Sanford pernah bertugas di Marinir AS dari 2004 hingga 2008 sebagai mekanik otomotif. Ia sempat ditugaskan ke Irak pada 2007–2008 dengan pangkat sersan. Catatan militer inilah yang membuat serangan ini menambah daftar panjang kasus penembakan di rumah ibadah di Amerika.

Insiden ini bahkan terjadi kurang dari 24 jam setelah penembakan lain di Southport, Carolina Utara, yang menewaskan tiga orang.

Baca Juga: Electronic Arts Dijual ke Konsorsium Pimpinan PIF Arab Saudi Senilai USD 55 Miliar

Presiden AS Donald Trump mengecam peristiwa di Michigan itu sebagai serangan terarah terhadap umat Kristen, sekaligus memuji FBI yang mengirim 100 agen untuk membantu penyelidikan.

Gubernur Michigan Gretchen Whitmer juga menyampaikan duka mendalam untuk komunitas Grand Blanc. Ia menegaskan bahwa kekerasan, terutama di rumah ibadah, tidak bisa ditoleransi. Gereja pun mengeluarkan pernyataan resmi bahwa tempat ibadah seharusnya menjadi ruang damai dan perlindungan.

Tragedi ini terjadi sehari setelah Russell M. Nelson, Presiden tertua Gereja Jesus Christ of Latter-day Saints, wafat di usia 101 tahun. Sesuai tradisi, kepemimpinan gereja diperkirakan akan diteruskan oleh Dallin H. Oaks. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah