JawaPos.com – Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat menjadi panggung bagi berbagai pemimpin dunia menyampaikan pandangan tegas mengenai kondisi Palestina.
Dari seruan gencatan senjata permanen hingga kecaman terhadap genosida, 15 negara dan tokoh kunci menyoroti pentingnya keadilan serta solusi dua negara.
Berikut tanggapan dari 15 negara yang mengungkapkan solusi untuk kedua negara demi kedamaian bersama, seperti dilansir dari laman Middle East Eye dan The Guardian pada Rabu (24/9).
- Indonesia
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menawarkan pengerahan hingga 20.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Ia menekankan pentingnya peran PBB yang kuat untuk menjamin keselamatan warga sipil. Prabowo juga mendukung solusi dua negara demi perdamaian yang adil bagi Palestina dan keamanan Israel.
- Prancis
Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa waktunya telah tiba untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina. Ia mengumumkan pengakuan resmi Prancis terhadap Negara Palestina mencakup Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. Prancis juga mengusulkan pembentukan pasukan stabilisasi internasional yang diamanatkan PBB untuk mengawasi keamanan Gaza.
- Otoritas Palestina
Otoritas Palestina memuji keputusan Prancis sebagai langkah bersejarah dan berani. Presiden Mahmoud Abbas mengucapkan terima kasih kepada 149 negara yang telah mengakui Palestina. Ia menyerukan Hamas untuk menyerahkan senjatanya dan mendukung solusi dua negara secara damai.
- Spanyol
Perdana Menteri Pedro Sanchez mendesak agar Palestina menjadi anggota penuh PBB. Ia menilai pengakuan ini adalah permulaan perjalanan panjang menuju perdamaian. Sanchez menyebut konferensi ini sebagai tonggak sejarah penting dalam perjuangan rakyat Palestina.
- Jerman
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan bahwa aneksasi ilegal melemahkan peluang penyelesaian konflik. Ia mendukung pengakuan Palestina sebagai bagian dari proses perdamaian yang dinegosiasikan. Menurutnya, solusi dua negara tetap menjadi jalan bagi Israel dan Palestina untuk hidup damai.
- Brasil
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam genosida yang terjadi di Gaza. Ia menilai pembantaian tersebut tidak akan terjadi tanpa keterlibatan pihak yang dapat mencegahnya, menyinggung dukungan Amerika Serikat kepada Israel. Lula menegaskan bahwa rakyat Palestina hanya dapat bertahan hidup melalui negara merdeka yang diakui komunitas internasional.
- Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kekejaman Israel di Gaza sebagai titik terendah kemanusiaan. Ia menuduh Israel melakukan genosida, pengusiran, dan kebijakan pembantaian massal. Erdogan mendesak lebih banyak negara mengakui Palestina dan menuntut pertanggungjawaban hukum bagi pemimpin Israel di pengadilan internasional.
- Yordania
Raja Yordania Abdullah II mengecam serangan Israel di Yerusalem yang mengancam tempat suci umat Islam dan Kristen. Ia memperingatkan bahwa tindakan Israel dapat memicu perang agama berskala global. Abdullah II menegaskan bahwa kenegaraan Palestina adalah hak tak terbantahkan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
- Qatar
Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani mengutuk serangan Israel di Doha sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Ia menyebut Israel melakukan “teror negara” dan menilai serangan itu sebagai upaya melemahkan proses perdamaian. Thani menegaskan bahwa Israel bertujuan menghancurkan Gaza dan memperluas permukiman secara sepihak.
- Afrika Selatan
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyatakan bahwa mayoritas global mengakui hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Ia mengutip keputusan Mahkamah Internasional yang menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza. Ramaphosa mendesak komunitas internasional segera bertindak menghentikan kekejaman tersebut.
- Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mendesak Israel agar tidak menanggapi pengakuan Palestina dengan mencaplok Tepi Barat. Ia mengutuk kekerasan dan memperingatkan bahwa perluasan permukiman mengancam keberlangsungan negara Palestina. Inggris juga mengakui negara Palestina berdasarkan perbatasan gencatan senjata 1949.
- Uni Emirat Arab (UEA)
UEA menegaskan bahwa aneksasi Tepi Barat akan menjadi garis merah yang melanggar Perjanjian Abraham. Perjanjian ini ditandatangani dengan Israel pada 2020 untuk menormalisasi hubungan regional. UEA memperingatkan bahwa rencana integrasi kawasan akan sia-sia jika aneksasi terjadi.
- Liga Arab
Liga Arab menegaskan bahwa Hamas tidak boleh lagi memegang peran dalam pemerintahan Palestina. Mereka menuntut Otoritas Palestina yang direformasi memimpin Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Liga Arab juga menekankan pentingnya peta jalan menuju solusi dua negara.
- Amerika Serikat
Pejabat Amerika Serikat tidak hadir dalam sesi pengakuan Palestina di PBB. Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan sekutunya bahwa pengakuan tersebut dapat memicu reaksi timbal balik Israel. Washington menilai langkah ini berpotensi memunculkan krisis diplomatik besar di kawasan Timur Tengah.
- Israel
Israel menolak keras pengakuan Palestina dan menyebut sidang PBB sebagai “sirkus politik memalukan.” Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menegaskan bahwa pengakuan ini dianggap sebagai kemenangan Hamas. Pemerintah Israel bahkan mengancam akan mencaplok wilayah Tepi Barat sebagai tanggapan.