← Beranda
Siapa ISIS-K dan Mengapa Menargetkan Rusia? Begini Penjelasannya!
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 24 Maret 2024 | 00.07 WIB
ISIS-K targetkan Rusia. (Abc.net.au)

JawaPos.com - Pada Jum’at (22/3) waktu setempat, telah terjadi serangan teroris yang berlangsung di Gedung Konser Moskow, Crocus City Hall, Rusia.

Sekurang-kurangnya atas serangan teroris tersebut telah menewaskan 60 orang dan terdapat 145 orang luka-luka.

Dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (23/3), diduga serangan tersebut dilakukan oleh ISIS-K, sebuah organisasi cabang ISIS di Afghanistan.

Baca Juga: Serangan Teroris di Gedung Konser Moskow, Puluhan Orang Tewas, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Tentang ISIS-K

Namun, siapa sebenarnya ISIS-K ini dan mengapa melakukan penyerangan pada Rusia?

ISIS-K atau Islamic State Khorasan merupakan kelompok militan kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS, yang muncul di Afghanistan Timur pada 2014.

Khorasan diambil dari sebutan lama untuk wilayah yang mencakup sebagian Iran, Turkmenistan, dan Afghanistan.

Baca Juga: Iran Serang Pusat Spionase Israel di Iraq dan Pusat Pelatihan ISIS di Syria, 5 Tewas

Kelompok ini mendapatkan ketenaran atas kebrutalannya dalam melancarkan aksi-aksi terorisme.

Salah satu aksinya yang lalu pada September 2022, kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri di kedutaan Rusia di Kabul.

Aksi lain juga pada 2021 yang menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil di bandara internasional Kabul.

Baca Juga: Operasi Rutin Turki Dilakukan Serentak di 32 Provinsi, 304 Orang Terduga ISIS Berhasil Diamankan

Namun, kekuatan dari kelompok ini kian menurun, terlihat dari penurunan jumlah anggotanya yang mencapai puncak pada 2018.

Kekuatan intelejen Amerika Serikat sendiri tentang kelompok militan seperti ISIS-K ini telah berkurang sejak penarikan pasukan AS pada 2021.

Mengapa menyerang Rusia?

Dikutip dari reuters.com, pada Sabtu (23/3), disebutkan bahwa para ahli mengatakan kelompok militian ini sering mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin sejak beberapa tahun belakang.

“ISIS-K telah terpaku pada Rusia selama dua tahun terakhir, sering kali mengkritik Putin dalam propagandanya,” ungkap Colin Clarke dari Soufan Center, sebuah kelompok riset yang berbasis di Washington.

Baca Juga: AS Menuduh Binance Melakukan Pencucian Uang Untuk Hamas, ISIS, dan Al Qaeda

Michael Kugelman dari Wilson Center yang berbasis di Washington menyebutkan bahwa ISIS-K memandang Rusia sebagai penindas umat Islam.

Tidak hanya itu, kelompok ISIS-K yang mencakup militan dari Asia Tengah, juga memiliki keluhan historis mereka terhadap Rusia, sehingga memicu dorongan kelompok tersebut melakukan serangan ke wilayah Rusia.

Dikutip dari timesofindia.indiatimes.com pada Sabtu (23/3) dikatakan bahwa alasan ISIS-K menargetkan Rusia karena terdapat intervensi militer Presiden Rusia Vladimir Putin di Timur Tengah, khususnya di Suriah.

Baca Juga: Lewat Grup WA Muslim United, 42 Teroris Sebar Materi ISIS Bahas Rencana Gagalkan Pemilu

Putin mengirim pasukan Rusia ke Suriah dalam rangka dukungan pada rezim Presiden Suriah Bashar Assad, yang secara eksplisit bertujuan untuk memerangi ISIS dan kelompok ekstremis lainnya.

Aksi semacam ini memiliki maksud untuk mempertahankan kekuasaan Assad sekaligus menegaskan pengaruh Rusia di wilayah tersebut yang secara tidak langsung bertentangan dengan tujuan dan wilayah ISIS.

Tak heran ketika ISIS-K menargetkan Rusia karena campur tangannya di Timur Tengah.

EDITOR: Nicolaus Ade