← Beranda
Jangan Sembarangan Panaskan Makanan, Remaja di Belgia Tewas Terkena Sindrom Nasi Goreng
Hildaniar Novitasari• Selasa, 7 November 2023 | 00.04 WIB
Ilustrasi – Memanasi makanan (Pexels).

JawaPos.Com - Memanaskan kembali makanan merupakan suatu hal yang wajar. Namun, memang perlu diperhatikan beberapa aturan mengenai makanan apa saja yang tidak boleh dipanaskan dan cara menjaga kualitas makanan tersebut. 

Dalam suatu kasus, ada seorang remaja berusia 20 tahun di Brussels, Belgia, meninggal dunia setelah dirinya memakan pasta yang dipanaskan. 

Kasus ini sebenarnya terjadi di 2008, namun kembali ramai dibahas di sosial media TikTok belakangan ini.

Kasus yang dikenal dengan “Sindrom Nasi Goreng” ini mengacu pada keracunan makanan akibat bakteri bacillus cereus.

Bakteri tersebut muncul pada makanan yang dipanaskan setelah dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan.

Begitu pula yang terjadi pada kasus ini, remaja berinisial AJ tersebut telah memasak pasta yang kemudian sengaja dia tinggalkan lima hari pada suhu kamar di dapurnya. 

Baca Juga: Kenali Sindrom Peter Pan, Tingkah Laku Kekanak-kanakan pada Orang Dewasa

Setelah jeda lima hari, AJ kemudian memanaskan kembali pasta dan memakannya. selesai makan AJ lalu keluar rumah untuk bermain, 30 menit kemudian dia kembali ke rumah dengan merasakan sakit kepala, mual, dan sakit perut. 

Kondisinya semakin memburuk setelah dia mulai mengalami muntah-muntah. AJ saat itu memutuskan untuk langsung pergi tidur sekitar tengah malam. 

Keesokan paginya orang tua AJ pergi ke kamarnya, berniat untuk membangunkan AJ karena akan pergi ke sekolah, namun saat memeriksa kamar tersebut orang tua AJ terkejut menemukan bahwa anaknya telah meninggal.

Dalam hasil otopsi dokter mengungkapkan bahwa remaja tersebut menderita nekrosis hati sentrilobular sedang, yang dapat menghentikan fungsi organnya. 

"Spaghetti telah disimpan pada suhu kamar selama beberapa hari. Hal ini memungkinkan bakteri Bacillus cereus tumbuh hingga konsentrasi yang sangat tinggi dan menghasilkan konsentrasi racun yang tinggi dalam pasta dan kemungkinan besar menyebabkan hasil yang fatal," kata laporan otopsi.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa menyimpan makanan pada suhu kamar selama berhari-hari terbukti berakibat fatal dan menimbulkan racun. 

Baca Juga: Lawan Sindrom 'I Hate Monday' dan Nikmati Hidup agar Lebih Produktif dengan 8 Tips Ini

Salah satu racun yang dapat bertahan hidup pada makanan yang telah dimasak kemudian dipanaskan kembali adalah bakteri bernama  Bacillus cereus. 

Dilansir dari MoneyControl, Sindrom nasi goreng adalah jenis keracunan makanan yang disebabkan saat mengonsumsi makanan yang dipanaskan seperti nasi, kentang, dan pasta. 

Bacillus cereus bermasalah karena memiliki cara bertahan hidup yang tidak dimiliki bakteri lain. Bakteri ini menghasilkan sejenis sel bernama spora, yang sangat tahan terhadap pemanasan.

Jadi, meskipun kita telah memanaskan sisa makanan dengan suhu tinggi yang bermaksud untuk membunuh bakteri, maka efek ini tidak akan terjadi jika makanan tersebut sudah terkontaminasi Bacillus cereus.

Pada dasarnya spora ini tidak aktif, tetapi jika diberi suhu dan kondisi yang tepat, mereka dapat dengan mudah tumbuh dan menjadi aktif.

Dari sini, bakteri tersebut mulai memproduksi racun yang membuat kita akan mengalami muntah-muntah. 

Baca Juga: Hati Sedih Setelah Liburan Usai, Kenali Sindrom Post-Holiday Blues

Menjaga kebersihan makanan sangat perlu diperhatikan dalam hal ini. Seperti contohnya, membersihkan tangan sebelum menyentuh dan menyiapkan makanan, serta menggunakan peralatan yang bersih. Jangan pula mengkontaminasi makanan matang dengan makanan yang masih mentah.

Menurut saran ahli, setelah memasak makanan, jika memang ingin menyimpannya untuk dimakan pada hari berikutnya, maka segera masukkan sisa makanan tersebut ke dalam kulkas (lemari es).

***

EDITOR: Novia Tri Astuti