← Beranda
Giat Lakukan Kerja Sama, PLN Berupaya Percepat Implementasi Agenda Transisi Energi Indonesia
Dedik Harianto• Senin, 4 Desember 2023 | 14.39 WIB
PLN Berupaya Percepat Implementasi Agenda Transisi Energi.(indodaily.co)

JawaPos.com - PT PLN (Persero) telah menyatakan kesiapannya untuk mempercepat proyek transisi energi di Indonesia dengan mendapatkan dukungan pendanaan global, salah satunya melalui mekanisme Just Energy Transition Partnership (JETP).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut kerja sama antara para pemangku kepentingan sebagai faktor kunci dalam percepatan implementasi agenda transisi energi di Indonesia.

Mekanisme JETP, sebagai bagian dari berbagai sumber pendanaan transisi energi, dianggap PLN sebagai katalisator untuk mendukung pembiayaan lainnya.

Baca Juga: Jajaki Energi Nuklir, PLN Kaji Kelayakan Bersama KHNP Korsel di Forum COP28 Dubai

Dikutip tertulis oleh JawaPos.com dari Antaranews,dalam sesi diskusi di Indonesia Pavilion pada Konferensi Pihak-Pihak Ke-28 (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Darmawan menekankan pentingnya kolaborasi global karena pengurangan emisi 1 ton CO2 di Indonesia memiliki dampak serupa dengan pengurangan emisi di negara-negara lain di dunia.

Sejalan dengan tema COP28 2023 yang menitikberatkan pada realisasi pendanaan lingkungan bagi negara berkembang, Indonesia bersedia berkolaborasi untuk mempercepat transisi energi.

Hal ini juga terlihat dalam dokumen Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP), di mana PLN terlibat dalam ratusan proyek transisi energi.

Baca Juga: Masif Ekspansi Jaringan, PLN Icon Plus Optimistis Pelanggan ICONNET Tembus 1,5 Juta Pengguna Tahun Depan

Termasuk penambahan kapasitas pembangkit energi bersih dan infrastruktur transmisi ramah lingkungan untuk menjamin distribusi listrik yang adil dan merata di seluruh masyarakat Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa Just Energy Transition Partnership (JETP) mampu mengakomodir kebutuhan transisi energi, menjadi bukti kesatuan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan tersebut.

PLN merancang skenario Accelerating Renewable Energy Development (ARED) untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 75 persen dari total kapasitas pembangkit listrik Indonesia pada 2040.

Baca Juga: Direksi PLN Sulselrabar Jelaskan Alasan Pemadaman Bergilir

Darmawan memastikan investasi di energi terbarukan di Indonesia menjadi lebih menguntungkan karena kemajuan teknologi membuat harga EBT lebih murah. Indonesia juga menyediakan perbaikan iklim investasi yang menarik bagi investor.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa Indonesia telah meluncurkan Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) untuk memanfaatkan peluang pendanaan transisi energi melalui JETP.

Kemitraan JETP dianggap sebagai kesadaran untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan transisi energi global.

Mari Elka Pangestu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, menyoroti pentingnya kolaborasi antara negara maju dan berkembang, swasta, industri, dan lembaga filantropi untuk mencapai target iklim yang lebih baik.

EDITOR: Nicolaus