JawaPos.com – Atalia Praratya membagikan unggahan bernuansa reflektif melalui media sosial pribadinya yang menyentuh soal luka batin dan keteguhan hati.
Dikutip pada Instagram pribadi milik Atalia Praratya @ataliapr pada Rabu (17/12), Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa memeluk luka bukanlah bentuk menyerah. Pesan tersebut mengajak untuk mengakui rasa sakit, memaknainya, dan menyerahkannya kepada Tuhan.
Unggahan itu menyoroti pentingnya mencari ketenangan dengan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Atalia menyampaikan bahwa seberat apa pun beban hidup, hati akan menemukan ketenangan saat bersandar pada-Nya. Narasi tersebut sarat dengan pesan spiritual dan penguatan diri.
Baca Juga: Pengacara Bantah Perceraian Atalia Praratya dengan Ridwan Kamil Karena Lisa Mariana
Atalia juga menegaskan bahwa seseorang tidak pernah benar-benar sendirian ketika terluka. Menurut Atalia, setiap insan pada hakikatnya pernah mengalami luka dalam hidupnya. Pernyataan ini menggambarkan empati dan solidaritas terhadap sesama.
Atalia menekankan pentingnya saling mendengar, memahami, dan menopang satu sama lain. Ia menilai kebersamaan dapat membuat luka terasa lebih ringan. Dalam dukungan bersama, seseorang dapat menemukan keberanian untuk bangkit kembali.
Pesan lain yang disampaikan adalah tentang harapan yang tetap menyala melalui dukungan sosial. Atalia menyebut bahwa cahaya harapan dapat ditemukan dalam kebersamaan dan kepedulian. Hal ini menjadi penegasan akan nilai ketangguhan emosional.
Baca Juga: Kata Pengacara Soal Keputusan Atalia Praratya Menceraikan Ridwan Kamil
Unggahan tersebut diakhiri dengan ajakan untuk tetap tegar, tangguh, dan bersinar. Atalia mengaitkan kekuatan tersebut dengan lindungan serta kasih sayang Ilahi. Pesan penutup itu memberi kesan refleksi mendalam atas perjalanan hidup pribadi.
Tak lama setelah unggahan tersebut beredar, Atalia diketahui menggugat cerai Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat. Unggahan reflektif itu kemudian dikaitkan publik dengan dinamika kehidupan pribadinya.
Meski demikian, Atalia tidak secara eksplisit menyebutkan persoalan rumah tangga dalam keterangannya.