← Beranda
Habib Husein Ja’far Akui Kaget dan Menangis saat Mengetahui Onad Ditangkap Polisi Terkait Narkoba
Ami SulistiaJumat, 7 November 2025 | 02.34 WIB
Kedekatan Habib Husein Ja

JawaPos.com - Habib Husein Ja'far mengungkapkan perasaannya saat mendengar kabar penangkapan Onadio Leonardo atau Onad terkait kasus narkoba. Hal itu diungkapkan dalam podcast bersama Deddy Corbuzier di kanal YouTube @corbuzier berjudul “Habib Jafar: Ini K3g1l4an Macam Apa!? Ya Allah !!!! – Onad”. 

Dalam perbincangan tersebut, Habib mengaku ikut terkejut atas kejadian yang menimpa sahabatnya. Pasalnya, Habib mengaki mengenal Onad sebagai pribadi yang baik dan dekat dengannya dalam perjuangan memperkuat toleransi antar-agama. Karena itulah, berita penangkapan tersebut terasa sangat mengejutkan bagi dirinya.

“Gua kenal Onad itu sebagai saudara yang sangat baik, bahkan penjuang bersama dalam toleransi beragama. Itu sisi yang gua kenal tentang Onad, dan sisi lainnya gua gak kenal, makanya gua kaget kemarin. Dan terkait itu berarti yang ngerti adalah Onad, sehingga yang etis dan pantas untuk cerita menurut gua nanti adalah Onad,” ujarnya.

Menurut Habib, ia memilih tidak berkomentar lebih jauh mengenai detail kasus tersebut, karena yang paling layak memberikan penjelasan adalah Onad sendiri. 

Baca Juga: Film Sampai Titik Terakhirmu Sangat Menyentuh Hati, Onad Tak Hadir Terjerat Kasus Narkoba

Habib menjaga etika dalam berbicara mengenai masalah pribadi orang lain adalah hal yang penting. Ia juga menyampaikan bahwa pintu maaf dan dukungan tidak boleh tertutup untuk orang yang sedang jatuh dalam kesalahan. 

“Kita tidak boleh menutup hati untuk memeluk orang yang salah agar kembali ke jalan yang benar. Kita gak menutup hati untuk memaafkan, justru karena kita cinta, kita akan peluk agar kembali ke pelukan yang hangat,” tambahnya.

Habib juga menegaskan bahwa kesalahan tetap harus dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Tapi kita juga gak boleh menutup mata terhadap kesalahan yang dilakukan orang yang ia harus mempertanggungjawabkan kesalahannya agar menjadi efek jera,” kata Habib.

Dalam percakapan tersebut, Deddy Corbuzier sempat bertanya apakah Habib sempat marah saat mendengar kabar itu. Habib mengaku dirinya kebingungan dengan perasaan yang muncul hari itu.

Baca Juga: Disebut jadi Korban Penyalahgunaan Narkoba, Onad Diputuskan Direhab Selama 3 Bulan

“Terus terang gua gak tau ya. Gua gak bisa mendeteksi apa yang terjadi pada diri gua hari itu. Bingung, kaget, bahkan nangis Om Ded,” ucapnya.

“Waktu Onad kena itu?” tanya Deddy  memastikan. Habib menjawab, “Iya, karena gua bingung gitu.”

Deddy menimpali, “Karena sayang kan?”, lalu Habib mengiyakan, “Karena sayang.”

Habib lalu menceritakan bahwa ia pernah menghadapi kondisi serupa dengan orang lain yang dekat dengannya. Pengalaman tersebut membuatnya lebih matang dalam menyikapi persoalan seperti ini.

“Dan dulu juga dengan saudara saya yang lain juga pernah mengalami dan sekarang ya tentu gua bisa lebih aware lagi,” tutur Habib.

Habib menyebut proses itu membuatnya lebih dapat mengendalikan diri dan lebih bijaksana.

 “Kemudian lebih mengendalikan diri dan lebih bijaksana. Sehingga gua meyakini gua bisa lebih bertumbuh dalam menyikapi segala hal,” sambungnya.

Menurut Habib, kehidupan yang dijalani dapat membentuk cara pandangnya dan kedewasaan sikapnya. 

“Karena itu kondisinya yang dulu dan sekarang berbeda. Kemudian kedewasaan gua yang dulu dan berbeda. Tentu sikap gua yang dulu dan sekarang ya berbeda,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Sebut Onad Menyesal dan Bertekad Sembuh dari Ketergantungan Narkotika

Meski kecewa, Habib menegaskan bahwa tugasnya sebagai saudara adalah memberikan nasihat dan tetap merangkul agar seseorang bisa bangkit.

“Tapi intinya siapapun saudara-saudara gua yang jatuh ya gua harus menasehati dia. Tapi kemudian memeluk dia untuk bangkit kembali dengan cara gua dan setiap orang caranya berbeda-beda. Karena bagi gua adil bukan berarti sama,” tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Habib berharap persoalan ini menjadi pembelajaran bagi Ona agar bangkit, memperbaiki diri, dan bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah diperbuat. 

EDITOR: Siti Nur Qasanah