JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak masyarakat memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026 sebagai sarana mempererat persatuan dan kebersamaan. Menurutnya, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan nilai sportivitas yang dapat memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang daerah tempat tinggal, dapat menikmati pertandingan Piala Dunia sekaligus mengambil pelajaran positif dari setiap laga yang disaksikan.
Meutya mengatakan kehadiran siaran Piala Dunia melalui TVRI memiliki makna lebih dari sekadar menayangkan pertandingan. Penyiaran publik, menurutnya, menjadi media yang mampu menghadirkan kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.
"Kami sangat berbangga karena setelah 24 tahun, pada tahun 2026 ini TVRI kembali menjadi official broadcaster Piala Dunia," ujar Meutya saat menghadiri Nonton Bareng Final Piala Dunia di Martubung, Medan, Minggu (19/7).
Ia menambahkan, kembalinya TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan akses hiburan yang merata bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah.
"Ini semua berkat Bapak Presiden dan niat beliau yang ingin memberikan suguhan hiburan bagi masyarakat di mana pun berada di Indonesia, termasuk di Martubung," katanya.
Lebih lanjut, Meutya menilai esensi Piala Dunia tidak hanya terletak pada hasil pertandingan atau tim yang keluar sebagai juara. Di balik kompetisi tersebut terdapat nilai-nilai sportivitas, kerja keras, dan persatuan yang layak menjadi teladan.
"Mari kita belajar dari perhelatan sepak bola dunia ini. Mari kita belajar sportivitas, arti perjuangan, dan bahwa di antara semua pertandingan yang paling penting adalah kegembiraan, keceriaan, dan rasa persatuan," ujarnya.
Ia pun berharap seluruh masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghindari tindakan yang memicu konflik.
"Semoga pertandingan berlangsung dengan baik. Tidak ada curang-curang, tidak ada kekerasan. Damai semua, termasuk yang menonton di sini," ucapnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Imbau Elite Bangsa jadi Teladan dan Jaga Persatuan, Tak Perlu Mempertajam Perbedaan
Menurut Meutya, olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat yang berasal dari latar belakang berbeda. Karena itu, Piala Dunia diharapkan menjadi momen yang memperkuat rasa persaudaraan, bukan memunculkan perpecahan akibat perbedaan dukungan terhadap tim tertentu.
"Piala Dunia adalah milik semua. Mari kita rayakan dengan sportivitas, saling menghormati, dan menjaga persatuan. Itulah semangat yang ingin kita bangun bersama," tegasnya.