← Beranda

5 Alasan di Balik Perilaku Kucing yang Suka Sembunyi, Perlukah Khawatir?

Trinaifa ArdiantiRabu, 30 April 2025 | 05.10 WIB
Ilustrasi kucing suka sembunyi. (Pexels)

 

JawaPos.com - Ketika kamu memelihara kucing, kamu perlu memastikan segala kebutuhannya terpenuhi. Mulai dari kebutuhan makanan, buang air sampai psikologisnya sekalipun.

Memenuhi makanan, minuman, dan kebutuhan fisiknya mungkin bisa dilakukan. Dengan menyiapkan asupan terbaik, membawanya ke vet, dan masih banyak lagi.

Namun untuk kebutuhan mental atau psikologisnya, kamu mungkin harus lebih peka melihat kucing dalam keseharian. Ada berbagai perilaku yang mungkin menjadi tanda tanya bagi kamu selaku pemilik kucing.

Kamu mungkin menyadari atau pernah melihat kucing yang suka bersembunyi di tempat sempit atau gelap. Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah alasan di balik perilaku tersebut.

Tak jarang, perilaku tersebut menimbulkan kekhawatiran, apakah kamu perlu khawatir akan sikap suka bersembunyinya itu? Dilansir dari Elle Vet Sciences dan Feliway, berikut ini merupakan 5 alasan dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi:

1. Perubahan Lingkungan

Alasan pertama dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi adalah adanya perubahan lingkungan. Yang dimaksud perubahan lingkungan bisa berupa pindah ke rumah baru, dimana semuanya terasa asing bagi kucing kamu.

Kucing kamu bisa merasakan penampakan, orang, suara dan juga bau yang berbeda. Perilaku sembunyi ini juga bisa terjadi ketika kucing diadopsi oleh pemilik baru dari pemilik lama.

Untuk kucing yang mengalami perubahan lingkungan mungkin akan sembunyi di bawah meja atau kursi selama beberapa saat. Kamu bisa menunggu atau memancingnya dengan camilan atau mainan sebagai bentuk membangun kepercayaan.

2. Orang atau Hewan Asing

Alasan kedua dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi adalah adanya orang atau hewan asing. Kamu mungkin mendapati kucing kamu sembunyi ketika ada tamu main kerumah kamu.

Atau, kucing kamu bisa sembunnyi jika ada hewan asing masuk ke area rumah kamu. Hal ini juga bsia terjadi ketika kamu membawa hewan peliharaan baru yang asing baginya.

Ketika ini terjadi, pastikan kamu membiarkan kucing kamu menyendiri sampai ia merasa cukup siap untuk keluar. Tentunya, perlu waktu bagi kucing kamu untuk menjalin hubungan dengan hewan peliharaan baru kamu.

3. Adanya Rasa Takut

Alasan ketiga dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi adalah karena adanya rasa takut. Rasa takut ini bisa berasal dari mana saja, misal dari orang atau hewan asing yang menurutnya tergolong bahaya.

Kamu cukup membiarka kucingmu bersembunyi secukupnya, unutk kemudian keluar dengan sendirinay dari persembunyiannya. Ketakutan ini normalnya adalah sebuah perasaan sesaat yang bisa membaik sendirinya.

4. Tekanan Berlebihan

Alasan keempat dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi adalah tekanan berlebihan. Tekanan berlebihan bisa jadi sesuatu yang ada atau terjadi di rumahmu yang berlebihan bagi kucing.

Tekanan ini bisa berupa suara pesta yang diadakan dirumah, anak kecil yang berlarian, suara sound system yang keras, kembang api, tangisan bayi, renovasi rumah, vacum cleaner, dan maish banyak lagi.

Kucing bisa merasa tertekan dan bersembunyi di satu tempat yang menurut mereka adalah area yang aman. Setelah tekanan tersebut hilang, mereka bisa kembali beraktivitas dengan normal.

5. Sakit atau Tidak Nyaman

Alasan kelima dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi ini adalah rasa sakit atau tidak nyaman. Mereka mungkin pernah merasa rasa tidak nyaman di tubuh mereka, atau merasa sakit.

Di dunia luar, kucing adalah mangsa hewan yang lebih besar. Oleh karenanya, secara naluriah mereka takut dijadikan mangsa apabila mereka ada di keadaan lemah atau sakit.

Mereka bisa bersembunyi ketik merasakan rasa tidak nyaman atau sakit di tubuh mereka. Untuk itu, kamu pelru memperhatikan bagaimana mereka bersembunyi dan berapa lama.

Kelima poin diatas merupakan beberpa aalasan dibalik perilaku kucing yang suka sembunyi. Ingat untuk memerhatikan kucing ketika sembunyi, apakah persmebunyian itu perilaku normal atau berlebihan atau terlalu lama.

Apabila kucing terlihat kesakitan, atau marah-marah ketika didekati, kamu bsia membawanya ke vet untuk peirksa lebih lanjut. Kamu perlu melakukan ebrbagai pencegahan sebelum hal tidak diinginkan terjadi pada kucingmu.

EDITOR: Novia Tri Astuti