JawaPos.com - Puasa bulan Ramadhan mengharuskan umat muslim menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Apabila tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup, bukan tidak mungkin tubuh mengalami dehidrasi.
Sebab saat berpuasa, tubuh manusia tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama. Melansir dari AyoSehat Kemenkes, dehidrasi adalah suatu kondisi di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima.
Ada empat gejala umum ketika tubuh seseorang mengalami dehidrasi, di antaranya merasa pusing, kelelahan atau kurang energi, buang air kecil dengan intensitas jarang, dan merasa kering pada daerah mulut, bibir, dan mata.
Baca Juga: Mudik Gratis Jasa Raharja Telah Dibuka, Ini Syarat dan Alur Pendaftarannya
Ahli Gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh mengatakan, perubahan pola makan saat berpuasa sebenarnya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti detoksifikasi tubuh, pengelolaan berat badan, dan peningkatan kesehatan metabolik.
"Namun, jika tidak dikontrol bisa berdampak negatif seperti dehidrasi, gangguan pencernaan, dan peningkatan berat badan. Jadi penting menjaga keseimbangan asupan gizi dan cukup minum air," tutur Lailatul, Selasa (4/3).
Oleh karena itu, agar terhindar dari risiko dehidrasi, Lailatul menyarankan masyarakat untuk mencukupi asupan cairan dengan minum air putih yang cukup, baik saat sahur maupun berbuka.
Selain itu, pola makan saat sahur dan berbuka juga perlu diperhatikan agar tidak mengalami dehidrasi saat berpuasa. Lailatul menyarankan untuk mengurangi makanan atau minuman tinggi gula dan lemak saat berbuka.
Sebab, makanan dan minuman tersebut dapat membawa dampak buruk bagi tubuh, seperti risiko peningkatan gula darah, dehidrasi, gangguan pencernaan, dan gangguan metabolisme tubuh.
"Sebaiknya, pilih makanan alami dan bergizi seperti buah segar, makanan yang direbus, dikukus atau dipanggang, serta minuman sehat. Mulai lah berbuka dengan air putih atau infused water dan kurma," tandas Lailatul.