JawaPos.com – Sosok primadona jamaah haji Indonesia 2026, Mbah Marsiyah, baru saja bertolak ke Madinah Minggu (21/6) sore waktu Arab Saudi (WAS).
nenek asal Kabupaten Kediri itu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji maupun ziarah di Kota Makkah pada musim Haji 2026.
Nyaris tak ada yang berubah sejak jamaah haji Indonesia tertua di musim haji 2026 itu tiba di Makkah sebulan lalu.
Marsiyah tetaplah nenek yang hobi tertawa dan murah senyum. Termasuk saat dicandai oleh JawaPos.com.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Jalani Tawaf Wada, Sudah 72 Ribu yang Kembali ke Tanah Air
“Mpun menyang Jabal Nur, namung nggih nunggu dhateng bis. Mboten kiat munggah (Sudah ke Jabal Nur, tapi hanya menunggu di bus. Sudah tak kuat mendaki),” ucap nenek 104 tahun itu seraya tertawa.
Maidah, putri kedua Marsiyah menjelaskan, nyais seluruh rangkaian ibadah ibunya di tanah suci dikerjakan secara mandiri. “Yang dibadalkan pas (lontar) jumrah paling,” terangnya.
Sementara untuk wukuf, tawaf ifadah, sai, termasuk saat menjalankan umrah selepas puncak haji, seluruhnya dilakoni Marsiyah secara mandiri. Tentu saja dari atas kursi rodanya yang didorong oleh Maidah.
Menurut Maidah, ibunya tidak pernah sakit selama di tanah suci. “Alhamdulillah (tidak sakit). Ya tidak batuk, tidak bersin,” lanjut Perempuan 63 tahun itu.
Penjelasan Maidah diamini Marsiyah. Ia mengaku makannya normal selama di tanah suci. Sama seperti jamaah lainnya dam tidak ada permintaan khusus “Makannya nasi, saya tidak suka bubur,” tutur Marsiyah.
Baca Juga: Oknum KBIHU Tipu Badal Haji Rp 1,4 Miliar, Juga Gelapkan Dana Dam Jamaah Haji
Kini, Maidah sudah kembali bersiap mendampingi Marsiyah berziarah ke Madinah. Shalat di Masjid Nabawi, berdoa di Raudhah, atau mengunjungi lokasi-lokasi ziarah.
Kondisi Marsiyah yang prima meski usianya sudah lewat seabad itu juga diakui oleh Ketua Kloter SUB 112 Aniswatun Nadhiroh.
“Anaknya pun, pendampingnya pun, itu batuk-pilek, sekamarnya itu batuk-pilek, Alhamdulillah beliau (marsiyah) itu nggak batuk-pilek, nggak sakit sama sekali,” terangnya.
Menurut Anis, salah satu kunci sehatnya Marsiyah adalah makanan. Ia tidak pilih-pilih makanan dan selalu memakan apapun yang disajikan.
Anis ingat betul pesan Marsiyah soal makanan. “Awake dewe iki adoh parang, dadi opo sing dikei ndek kene yo dipangan (kita ini jauh dari rumah. Jadi apa yang diberi di sini ya dimakan),” ucap Anis menirukan Marsiyah.
Baca Juga: Pesan untuk Jamaah Haji: Tanda-Tanda Haji Mabrur Terlihat Sepulang dari Tanah Suci