JawaPos.com - Tahun baru Islam 1448 Hijriah akan diperingati mulai malam ini (15/6) Waktu Arab Saudi (WAS).
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, malam ini akan dilangsungkan tradisi pergantian kiswah Ka'bah.
Pergantian kiswah Ka'bah dijadwalkan berlangsung selepas shalat isya, sekitar pukul 21.00 WAS.
Namun, persiapan sudah dilakukan sejak sore sekitar pukul 16.00, yang diawali dengan membuat pembatas area Ka'bah.
Para jamaah haji maupun umrah yang masih berada di Makkah berkesempatan untuk menyampaikan momen langka yang terjadi setahun sekali ini.
Baca Juga: 4 Panduan Mencari Badal Haji yang Amanah, Jangan sampai Jadi Korban Penipuan
Kain kiswah seberat 1,4 ton akan dipasang mengelilingi bangunan Ka'bah. Menggantikan kiswah lama yang sudah terpasang setahun lamanya.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Erti Herlina menjelaskan, pergantian kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram menjadi simbol, bahwa tahun baru Islam menjadi penanda lahirnya semangat baru dan penyucian diri.
"Ini secara spiritual bisa membangkitkan semangat bagi para umat Islam, di mana 1 Muharram itu menjadi bulan pertama di bulan hijriah," terangnya di Makkah, Senin (15/6).
Pergantian kiswah, lanjut Erti, dilakukan sebagai bentuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan penutup Ka'bah dari kerusakan.
Terutama setelah sepanjang tahun kain tersebut dipegang oleh jutaan jamaah yang melaksanakan tawaf. Sehingga keindahan Baitullah tetap terjaga.
Baca Juga: Belasan KBIHU Terlibat Penipuan Badal Haji dan Pembayaran Dam Tak Resmi
Tradisi pergantian kiswah Ka'bah di tanggal 1 Muharam baru dilakukan sejak 2022.
Sebelumnya, pergantian kiswah selalu dilakukan di puncak musim haji, yakni pada tanggal 9 Zulhijjah saat seluruh jamaah haji berada di Arafah.
Namun, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz memutuskan mengubah tradisi itu dan menjadwalkan pergantian kiswah Ka'bah setiap tanggal 1 Muharam.
Erti berpesan kepada jamaah haji Indonesia yang ikut menyaksikan pergantian kiswah Ka'bah, agar memperbanyak doa saat melihat Ka'bah.
Pergantian kiswah memang momen langka, namun berdoa di depan Ka'bah tetap lebih utama.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Makin Sering Kirim Kargo Oleh-Oleh, Ada yang Sampai 100 Kg
"Di situ juga kita bisa memanjatkan segala hajat ketika kita melihat Ka'bah, sampai seluruh hajat-hajat kita disampaikan," imbuh Erti.