← Beranda
Jamaah Haji Indonesia Makin Sering Kirim Kargo Oleh-Oleh, Ada yang Sampai 100 Kg
Bayu PutraSelasa, 9 Juni 2026 | 23.04 WIB
Petugas Pos Indonesia Karyadi melayani jamaah haji yang mencari informasi soal pengiriman kargo di Pasar oleh-oleh Al Waha, Makkah, Senin (8/6/2026) petang waktu Arab Saudi. (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Niatan jamaah haji Indonesia belanja oleh-oleh lebih banyak, membuat pengiriman melalui kargo menjadi opsi yang banyak dipertimbangkan.

Sebab, jamaah haji tidak boleh kelebihan bagasi, mengingat penerbangan haji menggunakan pesawat carteran. Alhasil, pengiriman oleh-oleh menggunakan kargo pun meningkat.

“Sampai saat ini volume kargo terbanyak dari satu pengirim ada yang sampai 100 kg. kami bagi dalam dua boks,” terang karyadi, petugas PT Pos Indonesia di Pasar oleh-oleh Al Waha, Makkah, Senin (8/6) petang waktu Arab Saudi.

Dia menjelaskan, jamaah haji yang mengirim oleh-oleh via kargo pos dipastikan mendapat pembebasan tarif bea masuk.

Baca Juga: Waspada Tawaran Jasa Badal Haji Massal Berbayar, Potensial Jadi Modus Penipuan

Namun, itu hanya berlaku untuk dua kali pengiriman per jamaah. Untuk pengiriman ketiga, akan dikenakan bea masuk normal.

Karena itu, ia menyarankan jamaah haji mengumpulkan dulu oleh-olehnya baru dikirim ke Indonesia sekaligus. Bukan menyicil pengiriman.

Selain itu, ada barang-barang tertentu yang tidak boleh dikirim melalui kargo. “Air zamzam itu tidak boleh. Beberapa jamaah sudah meminta, walaupun mereka memaksa, kami tetap larang,” lanjutnya.

Kemudian, pengiriman minyak zaitun dalam jumlah besar juga dilarang. Sementara untuk parfum, tahun ini pengirimannya dibatasi maksimal tiga botol dengan volume 100 ml.

Karyadi mengatakan, pihaknya belum mendata berapa banyak kargo jamaah haji tahun ini yang dikirim melalui pihaknya. Karenapermintaan pengiriman masih terus ada.

Baca Juga: Oknum KBIHU Tipu Badal Haji Rp 1,4 Miliar, Juga Gelapkan Dana Dam Jamaah Haji

Lonjakan pengiriman barang terutama terjadi setelah fase puncak haji. Tak sedikit jamaah haji yang baru mulai berbelanja setelah puncak haji.

Karyadi menambahkan, jamaah haji tidak perlu pusing soal packing, karena pihaknya yang akan menangani.

Jamaah cukup siapkan oleh-oleh yang akan dikirim, kemudian pihaknya yang akan menata dalam packing kardus dengan rapi.

EDITOR: Bayu Putra