← Beranda
Waspada Tawaran Jasa Badal Haji Massal Murah, Potensial Jadi Modus Penipuan
Bayu PutraSelasa, 9 Juni 2026 | 22.14 WIB
Jamaah haji berdoa di waktu wukuf di Arafah. Waspadai jasa badal haji massal berbayar, karena ada potensi jadi modus penipuan. (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Keinginan masyarakat Indonesia untuk membadalhajikan keluarganya kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menipu.

Umumnya, para penipu menawarkan jasa badal haji dengan harga yang murah untuk memikat para calon korbannya.

Salah satunya dilakukan oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang baru saja diungkap oleh PPIH Arab Saudi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Modusnya, oknum tersebut menawarkan jasa badal haji dengan biaya Rp 10 juta. Ada 140 korban yang tertipu, dengan nilai kerugian Rp 1,4 miliar.

Baca Juga: Oknum KBIHU Tipu Badal Haji Rp 1,4 Miliar, Juga Gelapkan Dana Dam Jamaah Haji

“Haji Dakhili yang untuk masyarakat setempat (Saudi) itu tarifnya bisa Rp 40 jutaan. Jadi tidak mungkin ada badal bisa dilakukan dengan tarif 10 juta,” terang Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebagai gambaran, mengutip data dari laman houseofsaud.com, biaya haji termurah untuk warga lokal Saudi tahun ini adalah SAR 5.000, atau Rp 24 juta (kurs Rp 4.800).

Maka, tawaran badal haji dengan tarif Rp 10 juta atau Rp 15 juta sudah bisa dipastikan adalah modus penipuan.

Selain itu, secara syariat, syarat membadalkan haji juga tidak mudah. Pembadal haruslah orang yang pernah melaksanakan haji.

Kemudian, satu orang pembadal hanya bisa membadalkan haji untuk satu orang. Tidak bisa keroyokan membadalkan untuk banyak orang sekaligus.

Baca Juga: Pesan untuk Jamaah Haji: Tanda-Tanda Haji Mabrur Terlihat Sepulang dari Tanah Suci

Ditambah lagi Arab Saudi sangat ketat dalam urusan haji. Bila ada 140 orang yang mendaftar untuk dibadalkan haji, maka harus ada 140 orang pembadal yang terdaftar resmi sebagai jamaah atau petugas haji.

Sementara, PPIH Arab Saudi tidak menyediakan layanan badal haji berbayar untuk masyarakat umum.

Layanan badal haji hanya diberikan kepada jamaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci sebelum puncak haji ataupun sakit yang tak bisa diharapkan kesembuhannya, dan itu gratis.

Nama petugas haji yang menjadi pembadal haji akan diserahkan kepada keluarga, dan satu petugas dipastikan hanya membadalkan satu jamaah.

Di sisi lain, KBIHU hanya bisa memberangkatkan satu petugas bila memiliki jamaah minimal 151 orang.

Baca Juga: Perjalanan Painah Berangkat Haji ke Tanah Suci: Daun Pisang dan Suami yang Gagal Istithaah Kesehatan

Karena itu, tidak ada ruang bagi pihak manapun untuk menawarkan badal haji berbayar bagi banyak jamaah sekaligus, bahkan bila biayanya mahal.

EDITOR: Bayu Putra