← Beranda
Pesan untuk Jamaah Haji: Tanda-Tanda Haji Mabrur Terlihat Sepulang dari Tanah Suci
Bayu PutraSelasa, 9 Juni 2026 | 17.43 WIB
JAmaah haji bersiap menjalankan rangkaian ibadah haji. Tanda haji mabrur akan terlihat sepulang dari tanah suci. (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Hanya ada satu hal yang paling diharapkan oleh jamaah haji setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji: Haji mabrur.

Predikat ini bukan berasal dari manusia, melainkan disematkan langsung oleh Allah Subhanahu wa Taala kepada hambaNya yang memenuhi kriteria mabrur.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga. (HR. Bukhari)

Baca Juga: Perjalanan Painah Berangkat Haji ke Tanah Suci: Daun Pisang dan Suami yang Gagal Istithaah Kesehatan

Namun, kita tidak pernah tahu apakah haji yang dilakukan itu mabrur atau tidak. Karena hanya Allah yang bisa menilai siapa di antara hambaNya yang hajinya mabrur.

Meski demikian, tanda-tanda haji yang mabrur sebenarnya sudah bisa terlihat dan tersirat. Karena haji yang mabrur sejatinya berdampak pada perubahan ke arah yang lebih baik.

Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah KH Abdullah Kafabihi Mahrus menjelaskan, karena besarnya balasan haji mabrur, maka untuk menjalaninya juga harus dengan ilmu.

“Haji mabrur itu tanda-tandanya setelah haji akhlaknya lebih baik, (kehidupan) sosialnya lebih baik, karakternya lebih baik,” terangnya di Makkah, Senin (8/6).

Baca Juga: Nyaris 17 Ribu Jamaah Haji Reguler Indonesia Dapat Hotel Bintang 5 di Madinah

Ia erpesan kepada jamaah haji Indonesia, bahwa mabrurnya haji bukan terlihat dari sempurnanya ibadah saat berada di tanah suci.

Melainkan perubahan apa yang bisa dihadirkan jamaah haji tersebut saat telah kembali ke masyarakat.

Misalnya, apakah setelah pulang ke tanah air akhlaknya kepada tetangga semakin baik, atau malah sebaliknya, hanya mau dipanggil pak haji.

Apakah perangainya setelah berhaji semakin lembut, bijak, dan sabar, atau sebaliknya, semakin merasa lebih baik dari orang belum berhaji.

Kiai Kafabihi mengingatkan, tidak semua orang memperoleh kesempatan istimewa untuk berhaji. Bagaimanapun, haji itu hanya ada satu jalur: Panggilan Allah.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Gelombang 2 Bergeser ke Madinah Bawa Boneka Unta

“Artinya, orang haji itu walaupun ia kaya, kalau ia tidak dapat panggilan maka ia tidak bisa haji. Tidak semua orang bisa melaksanakan haji,” jelasnya.

Maka, idealnya haji bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi orang yang menjalaninya.

 

EDITOR: Bayu Putra