← Beranda
232 Jamaah Haji Indonesia dapat Badal Haji, 90 di Antaranya karena Wafat
Bayu PutraSenin, 25 Mei 2026 | 23.32 WIB
Amirul Hajj Mochamad Irfan Yusuf (dua dari kiri) menjenguk jamaah haji yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). tahun ini, ada 232 jamaah haji yang mendapat badal haji. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Pada puncak haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah RI mencatat ada 232 jamaah haji Indonesia yang mendapatkan badal haji atau digantikan untuk berhaji.

Dari jumlah itu, 90 jamaah di antaranya dibadal hajikan karena wafat sebelum masa puncak haji.

Sisanya, sebanyak 142 jamaah dibadalkan karena sakit parah yang membuat mereka tidak mungkin melaksanakan rukun haji.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah PPIH daerah Kerja Makkah Erti Herlina menjelaskan, badal haji bagi jamaah meninggal tidak hanya bagi mereka yang wafat di tanah suci.

Baca Juga: Jamaah Haji Mulai Dibawa ke Arafah, 11.570 Orang Pilih Jalani Tarwiyah

“Jamaah haji yang meninggal, baik itu di Saudi Arabia, atau bagi jamaah yang baru masuk embarkasi, embarkasi antara, ketika para jamaah itu meninggal di sana, sudah wajib dibadalkan,” terangnya, dikutip Senin (25/5).

Badal haji adalah ibadah haji yang dilakukan untuk orang lain. Seseorang yang melaksanakan badal haji artinya ia melaksanakan rukun haji namun diniatkan untuk orang lain.

Syarat mutlak seseorang bisa melaksanakan badal haji adalah sudah pernah berhaji. “Ritualnya sama seperti haji biasa, hanya bedanya niatnya bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk yang dibadalkan,” lanjut Erti.

Dari 90 orang yang dibadalkan karena wafat, 4 di antaranya tercatat wafat saat masih berada di embarkasi.

Sebagai antisipasi, sejak awal PPIH Arab Saudi sudah menyiapkan sebanyak 585 personel untuk badal haji. Namun, yang hampir pasti terpakai berjumlah 232 personel.

Baca Juga: 1.200 Tenaga Kesehatan Disiagakan untuk Puncak Haji, Atur Layanan Wukuf agar Tak Langgar Regulasi Saudi

Seluruhnya sudah dibuatkan surat Keputusan. Sehingga tercatat resmi siapa saja petuggas haji yang ditugaskan membadalkan haji jamaah yang wafat maupun sakit.

EDITOR: Bayu Putra