JawaPos.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menyiapkan keberangkatan jamaah haji Indonesia menuju Arafah untuk wukuf.
Rencananya, jamaah haji akan bergiliran diberangkatkan ke Arafah pada hari tarwiyah, yakni 8 Zulhijjah atau Senin (25/5).
“Trip pertama dari Makkah dimulai pukul 7 pagi,” terang Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman, dikutip Kamis (21/5).
Pihaknya sudah menyiapkan SOP bagi para jamaah sesuai jam keberangkatan masing-masing rombongan.
Baca Juga: Bus Shalawat Stop Beroperasi 22 Mei, Kecuali Armada Terbatas untuk Kloter Akhir Jamaah Haji
Setelah jam keberangkatan ditentukan, jamaah haji diminta menyiapkan perbekalan sekitar 6 jam sebelumnya.
Kemudian, 3 jam menjelang keberangkatan, jamaah haji mulai memakai pakaian ihram. Setelah itu, 1 jam sebelum jadwal keberangkatan, jamaah turun ke lobi hotel.
Dengan pengaturan tersebut, diharapkan jamaah tidak terlalu lama menunggu di lobi hotel. Karena pemberangkatan bisa berlangsung hingga sore hari, mengingat banyaknya jamaah haji Indonesia.
“Kalau jadwal itu dipatuhi, dipahami oleh semua pihak, Insya Allah tidak ada keterlambatan pada saat pergerakan ke Armuzna,” lanjut Syarif.
Ia menjelaskan, untuk setiap markaz berisi 3.000 jamaah, disiapkan 7 bus yang akan membawa para jamaah bergiliran alias taraduddi.
Baca Juga: Jelang Armuzna, Muhadjir Cek Langsung Kondisi Jamaah Haji Indonesia di Mekah
Bus akan akan bergerak dalam 3 trip, yakni pagi, siang, dan sore. “Trip pagi itu mereka akan berputar 3 kali, siang 3 kali, sore 3 kali. Itu hitungan dari Makkah ke Arafah,” urai Syarif.
Kemudian, pergerakan bus dari Arafah ke Muzdalifah akan dimulai pada 9 Zulhijjah pukul 19.00 sampai 23.00.
Targetnya adalah mengangkut minimal 160.000 jamaah haji ke Muzdalifah untuk melakukan mabid ‘adhi atau mabit normal. Yakni berdiam di muzdalifah hingga lewat tengah malam.
Selebihnya akan melakukan mabit murur, yakni berada di Muzdalifah sejenak saat lewat tengah malam tanpa turun dari bus. Yang penting tetap tercatat sebagai mabit yang sah, bukan rukhshah.
Syarif menambahkan, jamaah haji diminta mengikuti arahan petugas dalam pergerakan di Arafah. Termasuk tentang urutan naik bus.
Baca Juga: Kronologi Hilangnya Muhammad Firdaus Ahlan, Jamaah Haji Indonesia di Makkah
“Setiap pergerakan itu yang pertama adalah lansia dulu, setelah itu disabilitas. Yang ketiga perempuan, baru yang jamaah laki-laki. Setiap pergerakan naik bis turun bis diatur demikian,” imbuh Syarif.