JawaPos.com – Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah RI mencanangkan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
Untuk mendukung upaya tersebut, sejumlah layanan terpadu disiapkan agar jamaah dari tiga golongan tersebut nyaman beribadah. Khususnya lansia dan disabilitas.
Kepala Seksi Lansia dan Disabilitas PPIH Daker Makkah Mayor CKM dr Ridwan Siswanto, Sp.N menjelaskan, pihaknya menyediakan berbagai layanan terpadu bagi jamaah haji lansia agar nyaman beribadah.
Mulai dari transportasi hingga personal care, seluruhnya didesain untuk memastikan para lansia bisa beribadah dengan baik di tanah suci dan seluruh ibadahnya sah.
Baca Juga: Jamaah Haji Keluhkan Terminal Ajyad Padat, PPIH Terapkan Buka Tutup dan Percepat Keberangkatan Bus
“Totalnya (lansia) cukup banyak yang sekarang, ada sekitar 48 ribuan yang berusia di atas 60 tahun,” terang dr Ridwan.
Sementara, jumlah petugas haji pada layanan lansia dan disabilitas di Makkah hanya sekitar 150 orang yang disebar di 10 sektor.
“Kalau dibandingkan dengan jumlahnya sanga-sangat tidak rasional,” lanjutnya. Karena itu, pihaknya berupaya melayani semaksimal mungkin dengan personel yang ada.
Berikut daftar layanan yang disediakan bagi jamaah haji lansia dan disabilitas Indonesia:
1. Bus Shalawat Khusus
PPIH arab Saudi menyediakan bus hidrolik dengan dek rendah khusus untuk lansia yang menggunakan kursi roda.
Baca Juga: 20 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Jantung Koroner dan Radang Paru-Paru
Dengan adanya bus ini, para lansia tidak perlu turun dari kursi roda. Sedikitnya lima kursi roda sekaligus bisa masuk ke dalam bus ini tanpa perlu diangkat dan dilipat.
Selama perjalanan, para lansia teap berada di kursi rodanya dan tak perlu berpindah ke kursi penumpang.
2. Program Senam Lansia
Senam lansia diprogramkan untuk dua tujuan. Pertama, menambah kesibukan jamaah haji lansia agar frekuensi berangkat ibadah ke Masjidil Haram berkurang.
Sebagaimana diketahui, beribadah di Masjidil Haram memerlukan kondisi fisik yang prima mengingat luasnya area shalat di masjid itu.
Sebagai gantinya, jamaah haji disediakan ruangan cukup luas di masing-masing hotel untuk beribadah secara berjamaah.
Kedua, untuk menjaga kebugaran jamaah haji lansia. Para lansia tidak boleh dibiarkan hanya berdiam diri selama menanti puncak haji, karena justru akan membuat mereka semakin mudah lelah.
3. Layanan Konsumsi Tertentu
Beberapa lansia memelukan makanan khusus sepeti bubur, atau juga jus buah dan beberapa jens makanan khusus lainnya.
Kebutuhan mereka didata dan disediakan secara rutin sesuai dengan rekomendasi tim Kesehatan yang memantau kondisi setiap lansia.
4. Personal Care
Pada beberapa lansia yang berangkat tanpa pendamping, atau pendampingnya kesulitan untuk melayani secara personal, ada layanan personal care yang diberikan petugas haji dari tusi lansia dan disabilitas.
Para petugas siap untuk memberi perawatan personal, mulai dari memandikan, menyikat gigi, hingga membantu lansia buang air.
Baca Juga: Jamaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Atap Hotel, PPIH Pastikan Hotel Beri Lokasi Alternatif
Termasuk juga membantu membawa lansia tersebut dari kamar ke bus Shalawat untuk melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, khususnya untuk umrah wajib.
Dalam hal ini, akan ada pula pembimbing ibadah yang mendampingi saat ibadah bila diperlukan.
5. Kursi Roda
PPIH daker Makkah menerbitkan kartu kendali kursi roda, untuk memastikan jamaah lansia dan disabilitas mendapatkan jasa pendorong kursi roda resmi dengan harga yang wajar di Masjidil Haram.
Setiap pendorong kursi roda tercatat namanya, dan baru akan dibayar jasanya oleh jamaah setelah ia diantarkan Kembali ke terminal bus.
Layanan ini bertujuan menghindarkan para lansia dari penjual jasa pendorong kursi roda ilegal, agar tidak ditelantarkan di Masjidil Haram.
Baca Juga: Ini Jarak yang harus Ditempuh Jamaah Haji Indonesia di Tiap Sesi Umrah, Total Bisa tembus 8 Km!
6. Fasilitas Hotel Ramah Lansia
Tahun ini, para pemilik dan pengelola hotel di tanah suci semakin berkomitmen untuk menghadirkan fasilitas yang ramah lansia dan disabilitas.
Dimulai dari adanya jalur kursi roda menuju lobi hotel. Kemudian lift khusus bagi kalangan disabilitas pengguna kursi roda juga sudah disediakan.
Di kamar mandi juga sudah tersedia pegangan di dinding bagi para lansia untuk mencegah risiko jatuh.
dr Ridwan menambahkan, para lansia dan disabilitas yang memerlukan bantuan petugas tidak perlu ragu untuk menyampaikan.
Mengingat keterbatasan jumlah petugas, ia telah mengatur agar jajarannya membentuk tim yang bekerja dengan sistem sif.
Baca Juga: Resmi! Jamaah Haji Indonesia Dilarang Umrah Sunnah Lebih dari 3 Kali Sebelum Puncak Haji
Juga berbagi ilmu dengan petugas haji dari layanan lain agar selalui siap diperbantukan sewaktu-waktu melayani jamaah lansia dan disabilitas.