← Beranda
Jamaah Haji Keluhkan Terminal Ajyad Padat, PPIH Terapkan Buka Tutup dan Percepat Keberangkatan Bus
Bayu PutraMinggu, 10 Mei 2026 | 22.44 WIB
Jamaah haji Indonesia memadati terminal Ajyad Makkah untuk naik bus ke hotel di kawasan Misfalah, Sabtu (9/5) malam Waktu Arab Saudi. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH2026)

JawaPos.com - Gerutuan beberapa jamaah haji Indonesia terekam jelas di terminal Ajyad di sisi selatan Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (9/5) malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Malam tadi, ratusan jamaah asal Indonesia hendak pulang dari Masjidil Haram menuju hotel mereka di kawasan Misfalah. 

Mereka menyemut dan berdesakan di depan satu-satunya pintu yang tersedia untuk akses jamaah asal Indonesia.

Menanti giliran naik bus yang akan membawa mereka ke hotel untuk beristirahat usai beribadah.

Baca Juga: 20 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Jantung Koroner dan Radang Paru-Paru

"Ini harus dievaluasi, masak pintu yang dibuka hanya satu," keluh salah seorang jamaah pria di tengah kerumunan.

Rata-rata jamaah haji asal Indonesia memang menanti hingga selesai shalat Isya untuk kembali ke hotel. Begitu pula dengan ratusan ribu jamaah haji lain dari seluruh dunia.

Dari tiga terminal yang melayani jamaah haji Indonesia, Ajyad memang berukuran paling kecil.

Karena itulah, Terminal Ajyad hanya melayani jamaah di satu wilayah, yakni Misfalah.

Namun, karena banyaknya jamaah haji yang datang bersamaan selepas shalat, kepadatan tak terhindarkan.

Baca Juga: 23 Pasien Jamaah Haji Indonesia Digeser dari Madinah ke Makkah, KKHI Pastikan Layanan Ibadah Maksimal

Kepala Pos Terminal Ajyad M Rif'at Sitorus menjelaskan, tiga hari belakangan kepadatan di terminal Ajyad memang tidak terhindarkan. 

Itu tidak lepas dari dimulainya kedatangan jamaah haji gelombang 2 dari Jeddah.

Per Sabtu (9/5) lalu, sudah ada 58 bus yang melayani Rute Misfalah-Ajyad. Jumlah itu nanti akan terus bertambah seiring masuknya jamaah haji Indonesia.

"Jadi ketika ada pemadatanjamaah yang ingin kembali ke hotel, kami antisipasi dengan penambahan bus bantuan sehingga jamaah tidak terlalu lama menunggu," lanjutnya.

Sejauh ini, lanjut Rif'at, pihaknya mengklaim tidak ada kendala dalam pergerakan jamaah maupun bus di Ajyad.

Baca Juga: Jamaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Atap Hotel, PPIH Pastikan Hotel Beri Lokasi Alternatif

Hanya saja, kepadatan memang muncul karena jamaah datang bersamaan sesuai waktu shalat.

"Sehingga dari kita dan dari syarikah itu mereka buka tutup untuk mengantisipasi adanya pergesekan dengan jamaah (negara lain)," jelasnya.

Sebab, terminal Ajyad juga digunakan oleh jamaah dari sejumlah negara lain, salah satunya Turki.

Sistem buka tutup itu dilakukan agar arus masuknya jamaah lebih kondusif dan aman.

Cara tersebut akan terus dilakukan seiring bertambahnya jamaah haji yang masuk ke Makkah. 

Baca Juga: Kloter SOC 44 Bawa 175 Lansia, Awali Kedatangan Jamaah Haji Gelombang 2 di Makkah

"Ketika ada penambahan jamaah, bus akan bertambah sampai nanti 140 armada di terminal Ajyad," ujar Rif'at.

Sistem buka tutup memungkinkan pergerakan bus berlangsung lebih cepat.

Begitu bus terdepan sudah penuh, langsung berangkat dan bus di belakangnya mulai menerima jamaah. 

Dalam kondisi lengang, bus akan berangkat tiap 10 menit. Namun bila belum 10 menit sudah penuh, bus akan langsung berangkat.

Bila pintu terminal banyak dibuka, malah berpotensi chaos karena jamaah bisa menyebar dan mungkin saja salah masuk bus negara lain.

Baca Juga: Ini Jarak yang harus Ditempuh Jamaah Haji Indonesia di Tiap Sesi Umrah, Total Bisa tembus 8 Km!

Saat ini, imbuh Rif'at, personel yang bertugas di Terminal Ajyad berjumlah 19 orang termasuk dirinya. 

Mereka bertugas dalam 3 sif. Pukul 07.00-15.00, 15.00-23.00, dan 23.00-07.00.

Tak sampai satu jam, kerumunan jamaah mulai terurai dan pulang ke hotel masing-masing. Rif'at dan timnya bisa bernapas lega.

Para petugas transportasi berompi merah pun menyambut para jamaah di masing-masing halte terdekat dengan hotel.

Baca Juga: Resmi! Jamaah Haji Indonesia Dilarang Umrah Sunnah Lebih dari 3 Kali Sebelum Puncak Haji

EDITOR: Bayu Putra