← Beranda
23 Pasien Jamaah Haji Indonesia Digeser dari Madinah ke Makkah, KKHI Pastikan Layanan Ibadah Maksimal
Bayu PutraMinggu, 10 Mei 2026 | 02.13 WIB
Petugas Kesehatan KKHI Daker Madinah membantu jamaah haji mengenakan kain ihram untuk persiapan umrah wajib. Jamaah juga dibimbing untuk niat oleh layanan Bimbad. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Seiring persiapan puncak ibadah haji 2026, jamaah haji Indonesia dari Madinah terus digeser ke Makkah. Termasuk yang dirawat di RS Arab Saudi.

Hingga saat ini, sudah ada 23 pasien yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah untuk persiapan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Mereka akan melanjutkan perawatan di RS yang ada di Makkah agar siap menjalani masa puncak haji, yakni wukuf di Arafah.

“Sampai saat ini total 23 jamaah (digeser ke RS Makkah), 16 laki-laki, dan 7 perempuan. Sebagian besar dengan gangguan jantung,” terang Pj Evakuasi Tanazul Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dr Emy Wardani, Sp.N, Jumat (8/5) malam.

Baca Juga: Jamaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Atap Hotel, PPIH Pastikan Hotel Beri Lokasi Alternatif

Dia menjelaskan, ada prosedur yang harus dilalui untuk memindahkan pasien dari RS di Madinah ke Makkah.

Begitu pasien dinyatakan bisa keluar dari RS, pihaknya mencabut paspor jamaah tersebut dari RS, kemudian bersurat ke Daerah Kerja Makkah dan syarikah yang menaungi jamaah tersebut.

Setelah proses adminidtrasi selesai, pihaknya menentukan dokter dan perawat pendamping serta membuat surat jalan untuk ke Makkah.

Di saat hampir bersamaan, petugas layanan bimbingan ibadah juga menyiapkan jamaha tersebut untuk menjalani umrah wajib.

Dimulai dengan membantu memandikan dan memasangkan pakaian ihram, kemudian pembimbingan ibadah pada jamaah tersebut.

Baca Juga: Kloter SOC 44 Bawa 175 Lansia, Awali Kedatangan Jamaah Haji Gelombang 2 di Makkah

Dr Emy menambahkan, keluarga pasien di Indonesia tidak perlu khawatir soal prosesi ibadah jamaah haji yang harus dirawat di RS. Seluruhnya akan dibantu.

“Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik mulai dari proses dari rumah sakit di KKHI sampai evakuasi ke Mekah,” imbuhnya

EDITOR: Bayu Putra