JawaPos.com – Seksi akomodasi PPIH Daerah Kerja Makkah angkat bicara soal keluhan jamaah haji Indonesia mengenai fasilitas mencuci di hotel.
Beberapa hari belakangan, Sebagian jamaah haji Indonesia mengeluh kesulitan untuk menjemur pakaian lantaran dilarang menjemur di atap hotel.
Kepala Seksi Akomodasi PPIH Daker Makkah Suryo Panilih menjelaskan, pada prinsipnya pihak hotel berkomitmen memberikan layanan sesuai dengan yang tertuang di kontrak.
Di antaranya, menyediakan fasilitas yang diperlukan oleh jamaah haji, dan khusus di Makkah harus ada mesin cuci untuk jamaah haji.
Baca Juga: Kloter SOC 44 Bawa 175 Lansia, Awali Kedatangan Jamaah Haji Gelombang 2 di Makkah
Dia mengakui, beberapa hari belakangan pihaknya mendapati sejumlah hotel melarang jamaah haji mencuci dan menjemur pakaian di atap.
“Karena menurut Info dari otoritas Saudi, dapat membahayakan jamaah dan melanggar aturan yang ada di Saudi,” terangnya Jumat (8/5) malam Waktu Arab Saudi.
Saat pihak syarikah melakukan sidak ke hotel jamaah, mereka juga mengimbau agar jamaah haji tidak menjemur pakaian di atap hotel.
Suryo memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan syarikah dan pihak hotel untuk mencarikan lokasi alternatif bagi jamaah haji mencuci dan menjemur pakaian.
Bagi hotel yang punya tempat khusus untuk menjemur, maka aktivitas cuci-jemur pakaian akan dipindahkan ke ruangan tersebut.
Sementara, bagi hotel yang belum punya alternatif ruang jemur, pihaknya akan mencarikan tempat yang sesuai. Seperti lantai service yang biasanya ditandai dengan huruf S atau R di lift.
“Di situ mereka akan membuat tempat khusus untuk menyiapkan drainase untuk pembuangan air,” lanjutnya.
Penyiapan drainase ini tentu memerlukan waktu, antara 1-3 hari. Namun Suryo menjamin seluruhnya sudah dalam pengawasan dan didorong utuk pengerjaan lebih cepat.
“Karena jamaah kita setiap hari mencuci. Artinya dengan banyaknya Jamaah pasti ada aktivitas mencuci setiap hari. Kita harapkan semua dapat berjalan lancar,” imbuhnya.
Baca Juga: Jamaah Haji Gelombang 2 Bisa Miqat di Yalamlam atau di Jeddah, Pakai Ihram Sejak dari Tanah Air