JawaPos.com – Konsumsi menjadi salah satu bagian terpenting dalam pelayanan jamaah haji Indonesia tahun ini.
Dapur-dapur yang ada di Madinah sudah mulai beroperasi menyesuaikan dengan kedatangan jamaah haji Indonesia.
Salah satu dapur yang sudah beroperasi untuk melayani konsumsi jamaah haji Indonesia adalah Dapur Catering Uhud Taiba.
Saat ini, dalam sehari, dapur ini menyediakan 6.000 boks makanan bagi jamaah haji Indonesia. Masing-masing 2.000 porsi untuk tiap sesi makan.
Para pekerja tanpa henti mengaduk masakan dalam kuali-kuali jumbo. Bara api nyaris tak pernah padam, mengingat banyaknya makanan yang harus dibuat.
Menu makanan ini tidak sekadar ada, melainkan wajib memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Selain itu, dibandingkan tahun lalu, porsi makanan bagi jamaah haji di tiap sesi juga ditambah.
Bila pada tahun lalu jamaah diberikan 75 gram protein, tahun ini porsinya ditambah jadi 80 gram.
Begitu pula dengan karbohidrat, yang tahun ini ditetapkan sebanyak 170 gram. 20 gram lebih banyak dari tahun lalu.
Baca Juga: 1 Jamaah Haji asal Solo Meninggal di Madinah, Kemenhaj Pastikan Badal Haji
Penambahan porsi makanan itu bertujuan menjaga asupan gizi jamaah agar tetap sehat selama menjalani ibadah di tanah suci dan mempersiapkan diri untuk puncak haji di Arafah.
Selain gizi, yang juga menjadi perhatian adalah keamanan pangan. Sebelum dididtribusikan ke jamaah haji, para petugas melakukan uji sampel atau meal test untuk memastikan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi jamaah haji.
Dan tak lupa, menu kammanannya juga dipastikan sesuai dengan selera rata-rata jamaah haji Indonesia.
Sebab, seluruh bahan makanannya mulai beras hingga bumbu, diimpor dari Indonesia. Diharapkan, jamaah haji tetap merasa seperti makan menu mereka sehari-hari.
Setelah makanan siap distribusi dimulai. Boks-boks makanan diantar menuju hotel-hotel jamaah haji.
Baca Juga: 3.420 Jamaah Haji Embarkasi Surabaya 2026 Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci
Sejak tiba di madinah, jamaah sudah mendapatkan konsumsi dengan jadwal makan tiga kali sehari dengan menu lengkap.
Pengambilan sarapan dimulai pukul 05.30 waktu Arab Saudi. Kemudian, makan siang diambil mulai pukul 11.30 dan makan malam mulai pukul 17.00.
Untuk mempermudah distribusi, masing-masing ketua rombongan mengambil makanan untuk jamaah di kelompoknya.
Untuk keamanan, jamaah juga diminta untukmengonsumsi makanan sesuai jamnya. Di setiap penutup boks makanan sudah tertera jam makan yang aman untuk menu tersebut.
Jangan menyimpan menu sarapan untuk dikonsumsi saat makan siang, atau menyimpan makan siang untuk dikonsumsi saat makan malam.
Bila itu terjadi, kualitas makanannya berpotensi berkurang karena menunya tergolong fresh meal yang harus segera dikonsumsi.