JawaPos.com – Gelombang ketibaan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci mengharuskan para petugas haji Indonesia ikut bersiap menyambut.
Sebab, para petugas haji akan melayani para jamaah haji sejak awal hingga akhir. Karena itu, para petugas didatangkan lebih dahulu ke tanah suci sebelum jadwal ketibaan jamaah haji.
Saat ini, seluruh petugas haji yang bertugas di Madinah maupun Kawasan bandara sudah hadir lengkap. Mereka sudah berada di Madinah sejak 17 April lalu.
Sementara, para petugas haji yang bertugas di kota Makkah saat ini sebagian sudah tiba.
Baca Juga: 1 Jamaah Haji asal Solo Meninggal di Madinah, Kemenhaj Pastikan Badal Haji
Ada nyaris 500 dari sekitar 1.000 petugas yang sudah tiba di Makkah untuk bersiap menyambut kedatangan para jamaah haji yang datang dari Madinah maupun Jeddah.
“Kemarin (23/3) kita juga menyambut kedatangan teman-teman dari mahasiswa Timur Tengah. Mereka juga jadi petugas,” terang Kepala daerah Kerja (Kadaker) Makkah Ihsan Faisal di Makkah, Jumat (24/4).
Saat ini, baru mahasiswa dari tiga negara yang hadir, yakni dari Mesir, Yaman, dan Suriah.
Ihsan mengatakan, Makkah adalah pusat aktivitas bagi jamaah haji sebelum masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menjelang masa Armuzna, seluruh Jamaah Haji berkumpul di Makkah, termasuk jamaah haji Indonesia.
Baca Juga: Bus Pengantar Jemaah Haji Kecelakaan di Sumsel, Jasa Raharja Pastikan Beri Korban Jaminan Pengobatan
“Seluruh petugas pun yang berasal dari Daker Madinah dan Bandara nanti akan bergerak ke Makkah,” lanjutnya.
Rencananya, kloter pertama dari Madinah akan diberangkatkan ke Makkah pada akhir bulan ini.
Karena seluruh jamaah akan berkumpul di Makkah, maka seluruh persiapannjuga Tengah dimaksimalkan. Terutama layanan akomodasi, yang mengurus hotel-hotel jamaah haji.
“PPIH Sektor yang sudah hadir kami perintahkan untuk mengecek seluruh hotel termasuk fasilitas di dalamnya,” tutur Ihsan.
Mulai dari tempat tidur, kamar mandi, fasilitas ruang makan, musala, lobi hotel, dan beragam fasilitas lainnya. Termasuk fasilitas mesin cuci bagi jamaah haji yang hendak mencuci baju.
Selain itu, kesiapan dapur juga terus dicek untuk memastikan bisa langsung beroperasi tanpa kendala saat jamaah haji tiba di Makkah.
Yang tidak kalah penting, tutur Ihsan, adalah fasilitas transportasi. Dia memastikan bahwa bus salawat akan melayani jamaah haji 24 jam.
Bus salawat akan mengantar jemput jamaah haji dari hotel menuju ke Masjidil Haram. Sehingga jamaah tidak perlu khawatir akan tertinggal waktu shalat di haramain.
“Ada beberapa hotel yang berdekatan, kita bikin satu halte. Ada hotel yang misah, mungkin akan dibikin satu halte,” jelasnya.
Baca Juga: 380 Jamaah Calon Haji Kloter Pertama Embarkasi Surabaya Sudah Terbang ke Tanah Suci