JawaPos.com – Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan fisik dan pemahaman manasik, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi perbedaan budaya. Calon jemaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci perlu memahami bahwa kehidupan sosial di Arab Saudi memiliki kebiasaan yang berbeda dengan di Indonesia.
Perbedaan ini kerap memicu kesalahpahaman jika tidak dipahami sejak awal. Mulai dari cara berbicara, etika berinteraksi, hingga kebiasaan sehari-hari masyarakat Arab, semuanya memiliki nilai dan norma tersendiri yang perlu dihormati oleh para jemaah.
Melansir dari pembekalan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Karimun, pemahaman terhadap budaya lokal menjadi bagian penting agar jemaah dapat beradaptasi dengan baik selama menjalankan ibadah. Berikut 7 budaya orang Arab yang perlu diketahui calon haji:
Baca Juga: 12 Tips Menabung untuk Haji: Cara Cerdas Kumpulkan Biaya agar Cepat Berangkat ke Tanah Suci
1. Budaya Mujamalah (Basa-basi)
Berbeda dengan kebiasaan orang Indonesia yang cenderung langsung pada inti pembicaraan, masyarakat Arab sering menggunakan mujamalah atau basa-basi dalam berkomunikasi. Percakapan biasanya diawali dengan kalimat pembuka yang panjang sebelum masuk ke maksud utama. Hal ini merupakan bentuk kesopanan dan penghormatan terhadap lawan bicara.
2. Suara Keras Bukan Tanda Marah
Banyak jemaah Indonesia yang merasa kaget saat pertama kali mendengar orang Arab berbicara dengan nada tinggi. Padahal, suara keras dalam budaya Arab bukan berarti marah. Justru, hal tersebut sering menjadi bentuk ekspresi ketegasan dan kejujuran dalam berkomunikasi.
3. Ekspresi Bahasa Tubuh yang Berbeda
Orang Arab memiliki kebiasaan unik dalam menunjukkan keakraban, seperti merangkul atau mencium pipi saat bertemu dengan teman dekat. Bagi sebagian orang Indonesia, hal ini mungkin terasa tidak biasa. Namun, dalam budaya Arab, tindakan tersebut adalah bentuk kehangatan dan persahabatan.
4. Tidak Semua Budaya Arab Sama dengan Ajaran Islam
Meskipun Arab Saudi dikenal sebagai tempat lahirnya Islam, tidak semua kebiasaan masyarakatnya sepenuhnya mencerminkan ajaran agama. Ada unsur budaya lokal yang berkembang sejak lama, sehingga jemaah perlu bijak membedakan antara tradisi dan nilai keagamaan.
5. Bergandengan Tangan Sesama Pria Dianggap Tidak Pantas
Hal yang mungkin dianggap biasa di Indonesia, seperti berjalan sambil bergandengan tangan dengan teman sesama laki-laki, justru bisa dianggap tidak pantas di Arab. Bahkan, tindakan tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman karena dianggap melanggar norma setempat.
6. Sistem Berkendara Berbeda
Di Arab Saudi, kendaraan berjalan di sisi kanan jalan, berbeda dengan Indonesia yang menggunakan jalur kiri. Perbedaan ini penting untuk dipahami, terutama saat jemaah menggunakan transportasi umum atau menyeberang jalan agar tetap aman.
7. Perempuan Sangat Dijaga Privasinya
Dalam budaya Arab, perempuan memiliki posisi yang sangat dijaga dan dihormati. Interaksi dengan perempuan di ruang publik memiliki batasan yang ketat. Menanyakan hal pribadi seperti status pernikahan atau anggota keluarga perempuan bisa dianggap tidak sopan. Selain itu, perempuan umumnya tidak bepergian sendirian tanpa mahram.
Baca Juga: 7 Olahraga Ringan Sebelum Haji agar Stamina Kuat, Ibadah Lancar dan Khusyuk