JawaPos.com - Tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi calon jamaah haji asal Banten.
Untuk kali pertama, mereka akan menggunakan fasilitas asrama haji di Cipondoh Kota Tangerang, tidak lagi jauh-jauh ke Pondok Gede Jakarta Timur.
Embarkasi Cipondoh di Kota Tangerang kini resmi menghadirkan Grand El Hajj, fasilitas asrama haji dengan standar pelayanan setara hotel bintang lima.
Bukan sekadar tempat transit, gedung megah ini dirancang khusus untuk memuliakan para tamu Allah sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Harus Tahu: Daftar Tarif Roaming dari 6 Operator Seluler!
Menjelang keberangkatan perdana pada 22 April 2026, persiapan di lokasi kini hampir rampung sepenuhnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Banten Ahmad Muwafiq memastikan kesiapan infrastruktur telah mencapai 99 persen.
"Untuk persiapan kedatangan jamaah kloter 1 dari Kota Tangerang ya, Kota Tangerang Banten, ini secara persiapan sudah mencapai 99 persen ya," ujar Muwafiq kepada JawaPos.com.
Dia menjelaskan, Grand El Hajj membawa standar baru dalam akomodasi jamaah haji.
Pengelola sangat memperhatikan kenyamanan jemaah. Tersedia dua gedung utama, yakni Gedung Safa dan Gedung Marwah untuk digunakan jamaah.
Baca Juga: Kesiapan 99 Persen, Asrama Haji Banten Siap Sambut Jemaah Kloter Pertama
Gedung Safa berisi 100 kamar, sementara di Gedung Marwah terdapat 115 kamar. Total kapasitas jamaah yang dapat ditampung sekitar 860 orang.
"Untuk kamar kita dari 24 kloter Banten di gedung 4 itu sebanyak 17 kloter dengan kapasitas masing-masing kamar itu untuk 4 orang jamaah," terangnya.
Setiap kamar dirancang untuk kenyamanan maksimal dengan kapasitas maksimal empat orang. Fasilitas di dalamnya pun sangat memanjakan jamaah.
Untuk kamar VIP, dilengkapi dengan tempat tidur king size, ruang tamu, TV hingga kamar mandi dengan shower.
Sementara untuk kamar ukuran standar, dilengkapi dengan dua kasur double berkapasitas 4 orang.
Baca Juga: 5 Tips Selama di Pesawat untuk Jemaah Haji: Aman, Nyaman, dan Tetap Khusyuk
Meski luas ukurannya lebih kecil ketimbang kamar VIP, kondisi kamar tetap nyaman sekalipun diisi empat orang.
Seluruh kamar dilengkapi dengan AC central, sandal, handuk, kopi dan teh, layaknya sebuah hotel berbintang. Ada pula fasilitas gym bagi para jamaah.
Bahkan, bagi jamaah yang memerlukan perawatan intensif, tersedia kamar khusus dengan pengawasan medis berkala.
Layanan 'Fast Track' dan Kemudahan Alur
Salah satu keunggulan utama di Grand El Hajj adalah sistem fast track. Jamaah tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan birokrasi yang panjang saat tiba di bandara.
Seluruh urusan dokumen, paspor, visa, hingga gelang identitas dituntaskan langsung di asrama.
Begitu tiba di asrama, jemaah akan disambut dengan layanan yang serba praktis. Jemaah tak perlu lagi mengurus bagasi berat mereka sendiri.
"Nanti petugas yang akan membawakan masing-masing koper jamaah langsung sampai ke depan pintu kamar mereka," tambah Muwafiq.
Setelah proses administrasi selesai, jemaah akan mendapatkan pembekalan singkat mengenai fasilitas asrama. Hal ini bertujuan agar jemaah tetap fokus beribadah dengan tenang.
Aturan Ketat Demi Kenyamanan
Untuk memastikan pelayanan tetap optimal dan eksklusif, pengelola memberlakukan aturan sterilisasi ketat mulai 21 April 2026.
Area embarkasi hanya diperuntukkan bagi bus rombongan jamaah haji dan kendaraan petugas berstiker khusus.
Baca Juga: Lantik PPIH 2026, Menhaj RI Irfan Minta Petugas Utamakan Jemaah Haji Kelompok Rentan
"Karena memang keluarga itu hanya (mengantar) sampai di Kabupaten/Kota. Jadi nanti ke sini ke embarkasi itu hanya bis jamaah dan juga panitia daerah dan itu pun kita batasi hanya tiga kendaraan," terangnya.
Sebanyak 110 petugas PPIH juga telah disiagakan dengan pembagian tugas yang sangat spesifik.
Mereka mencakup berbagai bidang layanan, mulai dari logistik, kesehatan, hingga pendampingan jemaah lansia dan disabilitas.
Dengan segala kemudahan dan fasilitas modern ini, Grand El Hajj kini menjadi kebanggaan baru warga Banten.
Kehadiran asrama haji ini sekaligus memangkas waktu tempuh menuju Bandara Soekarno-Hatta yang kini hanya berkisar 25 hingga 30 menit.
Baca Juga: Embarkasi Haji Tanpa Asrama Mulai Diuji Coba di Yogyakarta, Kediri Menyusul Tahun Depan