JawaPos.com - Sejak berada di Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Madinah hingga diantarkan petugas haji ke Makkah, wajah Dani Abasdin, jamaah haji Indonesia asal embarkasi Jakarta Pondok Gede, begitu tenang.
Selama berbincang dengan para personel PPIH yang akan mengantarnya, dia lebih banyak bercerita.
Demikian pula saat menjalani ibadah umrah dengan diantar tim PPIH, kakek 66 tahun itu begitu bersemangat. Dan bisa menyelesaikan seluruh rangkaiannya.
Namun, setelah itu, Kakek Dani tak bisa menutup kegundahannya. Dia begitu rindu dengan istrinya, Rusnayah, yang sedang berada di hotel tempat menginapnya di Makkah. "Tolong saya diantar ke hotelnya," harapnya.
Wajar, sudah empat hari Dani tak bertemu istrinya dan rombongan jamaah haji tempat dia bernaung.
Pria berambut putih itu tertinggal di hotel di Madinah saat rombongannya berangkat menuju Makkah. Dia pun terpisah dari rombongan yang juga membawa sang istri. Jadilah, dia di Madinah seorang diri.
Sampai akhirnya dia ditolong oleh tim PPIH Arab Saudi daker Madinah. Setelah diinapkan selama tiga hari kantor daker, kakek Dani lantas diantar ke Makkah. Untuk umrah wajib serta menuju hotel tempatnya menginap.
Didampingi tim PPIH Arab Saudi daker Makkah, dia pun menjalankan umrah. Setelah itu, sang kakek diantar ke hotelnya di kawasan Syisyah, Makkah.
Begitu tiba, langsung mencari istrinya yang hanya bisa berbaring di kamar hotel karena sakit, akibat memikirkan sang suami.
Sampai akhirnya, dua pasangan itu bertemu. Setelah beberapa saat saling menatap, tangis keduanya pecah. Diiringi ciuman Rusnayah ke tangan dan pipi, keduanya lalu berpelukan. Begitu erat. Seakan sudah lama tak bertemu.