← Beranda
Pasar Smartphone Terpuruk ke Level Terendah dalam 14 Tahun, Samsung dan Apple Kuasai Pasar
Rian Alfianto• Kamis, 15 Oktober 2026 | 19.09 WIB
Smartphone Samsung Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. (Istimewa)

JawaPos.com - Kelangkaan memori dan chip komputer mulai menekan industri smartphone global. Dilaporkan bahwa pengiriman ponsel dunia pada kuartal III 2026 dilaporkan merosot 20 persen secara tahunan, mencapai level terendah dalam 14 tahun.

Di tengah penurunan tersebut, Samsung dan Apple justru memperbesar pangsa pasar ketika sejumlah produsen ponsel asal Tiongkok kehilangan posisi.

Laporan Counterpoint Research menunjukkan penurunan pengiriman smartphone tidak hanya memengaruhi jumlah perangkat yang beredar di pasar, tetapi juga mengubah persaingan antarmerek. Samsung masih menempati posisi teratas dengan pangsa pasar 23 persen, disusul Apple yang menguasai 22 persen.

Kondisi ini menjadi sinyal tekanan yang semakin besar bagi industri smartphone. Ketersediaan komponen memori, termasuk RAM, menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi biaya produksi dan strategi produsen dalam mempertahankan penjualan.

Pengiriman Smartphone Terendah Sejak 14 Tahun Terakhir

Penurunan pengiriman smartphone global sebesar 20 persen pada kuartal III 2026 menandai titik terendah dalam lebih dari satu dekade menurut laporan Counterpoint Research yang dikutip dalam pemberitaan tersebut. Sebagai gambaran, terakhir kali pengiriman smartphone berada pada level serendah itu adalah ketika Samsung masih mengandalkan Galaxy S3 sebagai salah satu ponsel andalannya.

Penurunan ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap pasar smartphone tidak hanya dialami satu atau dua produsen. Sejumlah merek besar sama-sama mencatatkan penurunan pengiriman, meskipun dampaknya terhadap pangsa pasar masing-masing berbeda.

Kelangkaan RAM menjadi latar penting dalam situasi tersebut. Komponen memori merupakan bagian penting dari smartphone modern, mulai dari perangkat kelas menengah hingga flagship. Ketika pasokan komponen terganggu dan biaya pengadaan meningkat, produsen menghadapi tantangan untuk menjaga harga, volume produksi, serta daya saing produk.

Samsung Masih Memimpin, Pangsa Pasar Apple Mendekat

 

Di tengah lesunya pasar, Samsung mempertahankan posisi sebagai produsen smartphone dengan pangsa pasar terbesar pada kuartal III 2026.

Berdasarkan data Counterpoint Research, Samsung menguasai 23 persen pasar global, meningkat dari 19 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Apple mencatatkan pangsa pasar 22 persen, naik dari 18 persen.

Kenaikan pangsa pasar tersebut tidak serta-merta berarti penjualan kedua perusahaan meningkat. Pangsa pasar merupakan bagian dari keseluruhan pasar, sehingga sebuah merek dapat memperbesar porsinya ketika pengiriman pesaing turun lebih tajam.

Perbedaan kinerja pengiriman kedua perusahaan juga cukup mencolok. Samsung hanya mengalami penurunan pengiriman sekitar 3 persen secara tahunan. Sebaliknya, Apple mencatatkan penurunan sebesar 22 persen.

Meski demikian, Apple masih mampu memperbesar pangsa pasarnya di tengah kontraksi industri. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa persaingan smartphone tidak hanya ditentukan oleh jumlah perangkat yang dikirimkan, tetapi juga oleh seberapa besar penurunan yang dialami para pesaing.

Galaxy Z Fold 8 Bantu Samsung Bertahan

Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap kinerja Samsung adalah keberhasilan Galaxy Z Fold 8 pada kuartal III 2026.

Perangkat lipat tersebut menjadi salah satu penopang perusahaan ketika pasar smartphone secara keseluruhan mengalami tekanan. Kinerja ini turut membedakan Samsung dari sejumlah pesaing yang mencatatkan penurunan pengiriman lebih dalam.

Namun, penurunan pengiriman Samsung yang relatif kecil bukan berarti perusahaan sepenuhnya terbebas dari tekanan biaya produksi. Laporan lain yang disebut dalam pemberitaan tersebut bahkan mengklaim Samsung tidak memperoleh keuntungan ketika menjual ponsel Galaxy pada kondisi saat ini.

 

Klaim itu perlu dibaca secara hati-hati karena tidak disertai perincian mengenai model, struktur biaya, atau periode penjualan yang dimaksud. Meski begitu, persoalan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi produsen ketika biaya komponen meningkat, sementara harga jual dan daya beli konsumen menjadi pertimbangan utama.

Bagi produsen, mempertahankan volume pengiriman saja belum tentu cukup. Mereka juga perlu menjaga margin keuntungan agar bisnis smartphone tetap berkelanjutan.

Apple Tertekan, Xiaomi, Oppo, dan Vivo Kehilangan Pengiriman

Berbeda dengan Samsung, Apple mengalami penurunan pengiriman sebesar 22 persen secara tahunan pada kuartal III 2026.

Laporan tersebut mengaitkan penurunan itu dengan tidak hadirnya model iPhone 18 versi reguler pada periode yang dibahas. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan lebih jauh kontribusi faktor tersebut terhadap penurunan pengiriman Apple.

Sementara itu, sejumlah produsen asal Tiongkok juga menghadapi tekanan yang cukup besar. Oppo dan Vivo masing-masing mencatatkan penurunan pengiriman sekitar 20 persen. Xiaomi mengalami penurunan lebih dalam, yakni mencapai 30 persen.

Penurunan tersebut turut memengaruhi pangsa pasar ketiga merek. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Xiaomi, Vivo, dan Oppo sama-sama menguasai porsi pasar yang lebih kecil pada kuartal III 2026.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan pasar tidak terbatas pada satu segmen harga. Produsen yang bersaing di berbagai kelas smartphone sama-sama harus menghadapi perubahan kondisi industri.

Apa Dampaknya bagi Konsumen?

 

Penurunan pengiriman smartphone global tidak otomatis berarti harga ponsel akan turun. Dampaknya terhadap konsumen bergantung pada sejumlah faktor, termasuk biaya komponen, tingkat persediaan, strategi harga produsen, dan permintaan pasar.

Jika kelangkaan RAM terus menekan pasokan dan meningkatkan biaya produksi, produsen berpotensi menghadapi pilihan sulit: menaikkan harga jual, mengurangi biaya pada komponen tertentu, atau menerima margin keuntungan yang lebih tipis.

Bagi konsumen, situasi ini membuat keputusan membeli smartphone perlu mempertimbangkan kebutuhan dan masa pakai perangkat, bukan hanya mengikuti siklus peluncuran terbaru. Ponsel dengan kapasitas RAM yang memadai, dukungan pembaruan perangkat lunak yang panjang, dan performa sesuai kebutuhan dapat menjadi pilihan yang lebih rasional.

 

Sementara bagi industri, kuartal III 2026 menjadi gambaran betapa rentannya pasar smartphone terhadap tekanan rantai pasok dan biaya komponen.

Samsung masih memimpin dengan penurunan pengiriman yang relatif kecil, sedangkan Apple berhasil memperbesar pangsa pasar meski pengirimannya menyusut. Di sisi lain, Xiaomi, Oppo, dan Vivo menghadapi penurunan lebih tajam.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan produsen menjaga pasokan komponen, mengendalikan biaya, dan mempertahankan minat konsumen di tengah pasar smartphone yang sedang mengalami kontraksi.

 

EDITOR: Diar Candra