← Beranda
Rupiah Masih Tertekan, Ekonom: BI Masih Berpeluang kembali Kerek Suku Bunga
Djati WaluyoSabtu, 20 Juni 2026 | 22.44 WIB
Bank Indonesia (BI) masih berpeluang untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate selama nilai tukar Rupiah masih tertekan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, menilai Bank Indonesia (BI) masih berpeluang untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate selama nilai tukar Rupiah masih tertekan.

Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan peluang penyesuaian kembali BI Rate masih terbuka karena nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan yang cukup besar atas Dollar AS.

“Selama rupiah masih berada di bawah tekanan dan dolar AS tetap kuat, BI memiliki alasan untuk mempertahankan sikap yang cenderung ketat,” ujar Yusuf kepada Jawapos, Sabtu (20/6).

Meski masih memiliki peluang, menaikan kembali suku bunga akan berdampak terhadap suku bunga kredit. Yusuf mengatakan, kenaikan suku bunga acuan pada akhirnya ditransmisikan ke bunga kredit meskipun tidak secara langsung dan biasanya terjadi dengan jeda waktu.

“Biaya pinjaman berpotensi meningkat, baik untuk KPR, kredit kendaraan, maupun pembiayaan usaha,” ujarnya.

Yusuf melanjutkan, dengan begitu maka akan membuat dilemma kebijakan yang harus diambil oleh bank sentral maupun pemerintah.

Baca Juga: Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Rekap Kenaikan BI Rate Bertahap hingga 5,75 Persen

Pasalnya, upaya menjaga stabilitas rupiah dilakukan dengan konsekuensi biaya dana yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat menahan konsumsi dan permintaan kredit.

“Karena itu BI harus menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) kembali menaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terbaru.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

Baca Juga: Ekonom Perkirakan Kenaikan BI-Rate Berlanjut selama Rupiah Masih di Atas Rp 18.200

Perry mengatakan, BI juga menaikan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

EDITOR: Estu Suryowati