← Beranda
Pahami Perbedaan Tabungan, Investasi, dan Deposito, Mana yang Paling Sesuai untuk Anda?
Shania Vivi Armylia PutriJumat, 7 November 2025 | 05.36 WIB
Ilustrasi tabungan dan investasi/freepik

JawaPos.com - Saat ini kemampuan dalam mengelola uang dengan memahami literasi finansial menjadi bekal penting untuk semua orang.

Mengetahui dasar-dasar pengelolaan dana sangat penting agar tidak salah langkah dalam merencanakan masa depan, termasuk di dalam memilih instrumen keuangan yang tepat.

Istilah seperti saham, reksadana, emas, deposito, dan tabungan pastinya sudah tidak asing di telinga anda.

Namun, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami perbedaan dan cara memilih instrumen keuangan yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Baca Juga: Ini 8 Tanda Kalau Kamu Adalah Orang yang Bisa Diandalkan, Simak Penjelasannya!

Jika anda mulai merencanakan masa depan namun masih bingung membedakan antara tabungan, investasi, dan deposito, maka penting bagi anda untuk mengenali tujuan penggunaan, perbedaan, keuntungan, serta resiko dari masing-masing instrumen.

Mengutip dari laman /mediakeuangan.kemenkeu.go.id dan linebank.co.id berikut perbedaan  mendasar antara investasi, tabungan, dan deposito.

  1. Bentuk

Tabungan berbentuk uang atau dana cair yang bisa disimpan sendiri ataupun ditempatkan pada lembaga keuangan resmi seperti bank.

Baca Juga: Vonis Ringan untuk Christiano, Pengemudi BMW yang Tewaskan Mahasiswa UGM, 14 Bulan Penjara

Sementara itu, investasi adalah benda atau aset berharga yang bisa dibeli dengan uang seperti reksa dana, emas, dan properti.

Adapun deposito adalah deposito memiliki bentuk yang mirip seperti tabungan, namun deposito harus ditempatkan pada lembaga keuangan resmi untuk mendapatkan bunga yang lebih tinggi daripada tabungan.

  1. Kemudahan pencairan

Tingkat likuiditas tabungan sangat tinggi artinya bisa ditarik kapan saja. Baik menggunakan buku tabungan, m banking, atau ATM.

Berbeda dengan deposito yang tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu. Deposito hanya bisa dicairkan setelah melewati jangka waktu tertentu atau saat jatuh tempo.

Baca Juga: Terungkap Penyebab Perceraian Hamish Daud dan Raisa Andriana

Sementara itu, untuk investasi proses pencairannya memiliki tingkat kemudahan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis investasi yang dipilih. 

  1. Tujuan

Tabungan digunakan untuk tujuan jangka pendek biasanya juga dipakai untuk dana darurat. Sementara investasi bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin untuk

menambah kekayaan dan mencapai tujuan keuangan di masa depan.

Sementara itu, deposito ditujukan untuk menyimpan uang dalam jangka menengah sampai panjang untuk mendapatkan bunga yang tetap.

  1. Peluang keuntungan

Peluang keuntungan dari suku bunga untuk tabungan lebih kecil daripada investasi. Sementara itu, untuk deposito memberikan bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, namun masih lebih rendah dibandingkan investasi seperti saham dan reksa dana. 

  1. Risiko kerugian

Risiko kerugian tabungan tergolong rendah karena nilainya stabil, meskipun keuntungannya kecil.

Kemudian investasi memiliki peluang keuntungan yang lebih besar, tetapi disertai dengan risiko kerugian yang juga tinggi.

Sementara itu, untuk deposito memiliki risiko yang rendah dengan bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa karena dijamin oleh LPS.

  1. Ketahanan terhadap inflasi

Tabungan rentan terpengaruh oleh inflasi karena kondisi ekonomi yang tidak menentu yang menyebabkan nilai rupiah turun seiring waktu.

Sementara itu, investasi tertentu seperti emas dan properti tidak akan terpengaruh dengan inflasi, justru nilai emas cenderung meningkat saat inflasi terjadi.

Sementara itu, deposito juga kurang tahan terhadap inflasi karena tingkat bunganya yang diberikan lebih rendah daripada tingkat inflasi itu sendiri.

EDITOR: Hanny Suwindari